Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Aung Suu Kyi Kembali Tolak PBB Selidiki Kekerasan Etnis Rohingya

Peraih Nobel asal Myanmar (Burma) Aung San Suu Kyi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengulangi pendirian negaranya, menolak ketetapan  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  misi internasional yang berencana menyelidiki tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh pasukan keamanan Myanmar di wilayah Rakhine.

Pada Maret lalu, badan PBB untuk urusan hak asasi manusia itu sepakat untuk mengerahkan tim pencari fakta ke Myanmar untuk menyelidiki tudingan pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap warga Rohingya di Rakhine.

“Kami tidak sepakat dengan itu,” tegas Suu Kyi dalam konferensi pers bersama Direktur Diplomatik Uni Eropa Frederica Mogherini dalam kunjungannya ke Brussels, Belgia seperti dilansir AFP, Rabu (2/5/2017).

“Kami telah melepaskan diri kami dari resolusi karena kami pikir resolusi itu tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Baca:  Pejuang Demokrasi Aung San Suu Kyi Berang Diwawancarai Jurnalis Muslim

Berbicara dalam kunjungan ke Brussels,  Suu Kyi ini mengatakan ketetapan UNHCR itu tidak memperhitungkan kondisi di Rakhine dan mungkin hanya memperburuk keadaan.

Suu Kyi juga menolak tuduhan bahwa pemerintah Myanmar tidak mengambil tindakan terhadap tuduhan tersebut.

Baca:  Aung Suu Kyi: Hukum Harus Lindungi Hak Minoritas

Suu Kyi juga menolak klaim pemerintah Myanmar gagal bertindak untuk tangani situasi di negeri itu.

Dia menegaskan pemerintahnya berusaha segala yang terjangkau dan menangani masalah pokoknya.

Suu Kyi bagaimanapun mengulangi dukungan terhadap rekomendasi penyidik ​​khusus, Kofi Annan agar mempertimbangkan kembali program mengakui minoritas Muslim Rohingya sebagai warga Myanmar dan menghapus pembatasan perjalanan.

Sebagaimana diketahui, diskriminasi terhadap muslim Rohingya Myanmar menyebabkan pecahnya kekerasan pada 2012 sehingga menyebabkan lebih 100.000 etnis Rohingya mencari perlindungan di kamp-kamp sementara.*

Rep: Panji Islam
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Najib Razak Diadili, Kajakgung Malaysia: Tak Seorang Pun di Atas Hukum

Najib Razak Diadili, Kajakgung Malaysia: Tak Seorang Pun di Atas Hukum

1.500 Tahanan Taliban Dibebaskan, Amerika Tarik Pasukanya

1.500 Tahanan Taliban Dibebaskan, Amerika Tarik Pasukanya

Amerika Serikat dan Turki Intervensi Lembaga Peradilan, Hakim Mahkamah PBB Mundur

Amerika Serikat dan Turki Intervensi Lembaga Peradilan, Hakim Mahkamah PBB Mundur

“Kalian Hizbiyun…”

“Kalian Hizbiyun…”

Kasus Finsbury Park: Pelaku Sengaja Ingin Membunuh Muslim

Kasus Finsbury Park: Pelaku Sengaja Ingin Membunuh Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya