Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Myanmar Tutup Tiga Kamp di Rakhine

VOA
Aparat keamanan menjaga Kamp Pengungsi Muslim di Rakhine
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Myanmar hari Selasa dilaporkan menutup tiga kamp sementaranya di negeri bergolak Rakhine sejak Selasa 11 April 2017.

Pemerintah tidak menyebutkan akan dipindahkan kemana semua pengungsi di tiga kamp tersebut namun langkah itu dilaksanakan setelah komisi yang dipimpin mantan Sekretaris Jenderal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kofi Annan mendesak penutupannya sebagai langkah yang dirancang untuk mengakhiri ketegangan etnis yang terus memuncak.

Sebelum ini, puluhan ribu orang dari komunitas Muslim Rohingya dan Buddha tinggal di kamp pengungsian Rakhine akibat konflik sektarian yang terjadi sejak lima tahun lalu.

Penasihat Keamanan Nasional Thaung Tun mengatakan Myanmar telah memulai permohonan komisi dengan menutup tiga kamp, termasuk yang dihuni etnis Rakhine dan Muslim Kaman.

Baca:  PBB Tepis Laporan Temuan Komisi Penyelidikan versi Myanmar Soal Rohingya

Kamp terbesar dari ketiganya meliputi lebih dari 200 rumah yang dihuni Muslim Rohingya, yang disebut PBB sebagai etnis minoritas paling menderita di dunia.

“Kami telah memulai proses menutup tiga kamp IDP (internally displaced persons),” kata Thaung Tun dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip AFP.

“Di Kyauk Phyu, ada kamp-kamp IDP yang dihuni warga asli Rakhine, di Sittwe ada Rohingya dan di Ramree sebagian besar (Muslim) Kaman,” lanjut dia.

Myanmar telah mendapat gelombang kritik dari komunitas internasional atas perlakuan terhadap Rohingya. Sebagian warga Myanmar, terutama dari komunitas Buddha, menganggap Rohingya sebagai imigran gelap dari Bangladesh.

Baca:   Ekstremis Buddha di Myanmar Serang Acara Maulid Nabi

Sebagian besar Rohingya tidak mendapat status kewarganegaraan Myanmar dan juga dibatasi ruang geraknya dalam bidang pendidikan, kesehatan, makanan dan pergerakan.

Ketegangan di Rakhine mencapai puncaknya dalam beberapa bulan terakhir setelah militer melancarkan operasi perburuan militan. Operasi dilancarkan atas serangan militan ke pos polisi pada Oktober tahun lalu.

Tim investigator PBB menyebut pasukan keamanan Myanmar mungkin telah melakukan kejahatan kemanusiaan dan pembantaian etnis di Rohingya selama operasi tersebut. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PBB: Larangan Cadar Prancis Melanggar HAM

PBB: Larangan Cadar Prancis Melanggar HAM

Malam Tahun Baru Dikejar Api Ribuan Orang Terjebak di Pesisir Australia

Malam Tahun Baru Dikejar Api Ribuan Orang Terjebak di Pesisir Australia

Menteri Arab Akan ke Washington Bicarakan Perdamaian

Menteri Arab Akan ke Washington Bicarakan Perdamaian

Takut Diringkus, Ehud Barak Batal ke Perancis

Takut Diringkus, Ehud Barak Batal ke Perancis

Serangan Masjid di Nigeria, 20 Orang Meninggal

Serangan Masjid di Nigeria, 20 Orang Meninggal

Baca Juga

Berita Lainnya