Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Isu Keluarga dan Perkawinan Jadi Tema Pemilu di Jerman

Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri utama negara Bagian Bavaria, Jerman, mengajukan kampanye pemilu tahun ini menarget keluarga-keluarga tradisional, sementara hasil jajak pendapat menunjukkan banyak orang menginginkan “perkawinan untuk semua,” yang berarti isu perkawinan homoseksual juga diperhatikan.

Dilansir Deutsche Welle Ahad (2/4/2017), dalam wawancara dengan koran Bild am Sonntag, ketua partai Uni Kristen Sosialis (CSU) di Bavaria, mitra partainya Kanselir Angela Merkel CDU, menyatakan bahwa dia sudah menetapkan apa yang seharusnya menjadi pusat perhatian dalam pemilu September mendatang.

Menteri Utama Bavaria Horst Seehofer mengatakan, “CSU, bersama dengan CDU, akan menjadikan keluarga yang memiliki anak sebagai tema utama dalam pemilu.”

“Saya sudah membicarakan dengan kanselir tentang subyek itu beberapa kali, “ imbuh Seehofer. “Seharusnya ada paket kebijakan kuat untuk menghadapi serangan berorientasi keluarga di Jerman.”

Sekarang ini, CSU mempertimbangkan lima poin program kebijakan untuk keluarga beranak.Menurut laporan Bild, kebijakan iitu termasuk tunjangan sekaligus (satu kali bayar) untuk pembelian keperluan bayi pertama dalam sebuah keluarga, kenaikan potongan pajak pendapatan bagi orangtua untuk setiap anak yang dimilikinya, pembukaan rekening bank untuk membayar biaya pendidikan anak yang mana negara akan ikut memberikan kontribusi di dalamnya, penghapusan biaya penitipan anak secara bertahap dan pengurangan iuran asuransi bagi keluarga berpendapatan rendah.

Sebelum akhir Mei, CSU -yang hanya berpolitik di Bavaria- akan memutuskan dua atau tiga dari kebijakan itu yang harus dimasukkan dalam agenda kampanye di tingkat federal bersama mitra politiknya partai CDU. Tidak seperti CSU yang hanya berpolitik di wilayah negara bagian Bavaria, CDU berpolitik di seluruh penjuru Jerman.

Sementara itu pada saat yang sama, jajak pendapat yang dilakukan Emnid untuk Bild perihal perkawinan sesama jenis menunjukkan bahwa 75 persen responden menginginkan agar perkawinan homoseksual disetarakan secara legal dengan perkawinan tradisional antara seorang perempuan dan seorang lelaki. Sebanyak 20 persen dari 501 yang ditanyai Emnid mengaku menentang kesetaraan dalam hukum bagi pasangan homoseksual. Sisanya 5 persen mengaku tidak punya pendapat soal itu.

Pada bulan Januari, survei yang dilakukan Biro Anti-Diskriminasi Federal (ADS) menunjukkan 83 persen responden mengatakan perkawinan antara 2 pria atau 2 wanita seharus diperbolehkan.

Sejak 2001 ada ketentuan hukum khusus bagi pasangan homoseksual di Jerman yang menyatakan bahwa mereka tidak diperbolehkan mengadopsi anak.

Kanselir Merkel pernah berkomentar bahwa dia sendiri tidak yakin tentang konsekuensi anak-anak yang tinggal atau hidup bersama pasangan homoseksual.

Martin Schulz, politisi Partai Sosial Demokrat yang mencalonkan diri menjadi kanselir dalam pemilu mendatang, mendukung kesetaraan legal bagi kaum pecinta sesama jenis dan menyeru agar isu tersebut dijadikan bahan kampanye partainya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Etihad Airways UEA Akan Memulai Penerbangan Harian ke Tel Aviv pada Bulan Maret

Etihad Airways UEA Akan Memulai Penerbangan Harian ke Tel Aviv pada Bulan Maret

Usai Omar Bashir Dilengserkan, Pemimpin Pemberontak Kembali ke Sudan

Usai Omar Bashir Dilengserkan, Pemimpin Pemberontak Kembali ke Sudan

Barat Jajah Umat Islam Dengan Pemikiran Liberal

Barat Jajah Umat Islam Dengan Pemikiran Liberal

Bendera LGBT Berkibar pada Kampanye Erdogan

Bendera LGBT Berkibar pada Kampanye Erdogan

Singapura Luncurkan Kartu Embakarsi Elektronik untuk Pendatang Asing

Singapura Luncurkan Kartu Embakarsi Elektronik untuk Pendatang Asing

Baca Juga

Berita Lainnya