Ahad, 28 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Inggris Secara Resmi Memulai Proses Keluar dari Uni Eropa 29 Maret

The Independent
Duta Besar Inggris untuk Brussels, Tim Barrow
Bagikan:

Hidayatullah.com–Inggris akan secara resmi memulai proses perundingan Britain Exit (Brexit) untuk menegakkan Pasal 50 dalam Perjanjian Lisbon Uni Eropa (UE) pada tanggal 29 Maret, menurut para pejabat setempat hari Senin, 20 Maret ini.

“Kami ingin memulai negosiasi segera,” kata seorang juru bicara untuk Perdana Menteri Inggris, Theresa May kepada wartawan.

Duta Besar Inggris untuk Brussels, Tim Barrow pagi ini memberitahu kantor Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk tentang niat Inggris untuk memberikan efek kepada Pasal 50 dari Perjanjian Lisbon pada 29 Maret, menurut Kementerian Brexit dalam sebuah pernyataan.

Menteri Brexit, David Davis  mengatakan dalam pernyataan bahwa orang-orang Inggris sudah sesuai dengan “keputusan bersejarah” untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum 23 Juni ini.

Baca:  Mayoritas Warga Inggris Menolak Referendum Kedua Penentuan Brexit

“Rabu depan, pemerintah akan mulai menerapkan keputusan dan secara resmi memulai proses untuk menegakkan Pasal 50,” katanya dikutip AFP.

“Kami ada di ambang batas antara negosiasi paling penting untuk negara ini dalam satu generasi.”

Mayoritas dari 52 persen dari pemilih Inggris memilih untuk meninggalkan anggota Uni Eropa yang pertama dalam sejarah untuk melakukannya.

Sebagaimana diketahui, Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa (UE) sebagai sikap tegas untuk melepaskan diri dari blok negaranegara Eropa. Namun, muncul isu boikot kerja sama perdagangan negara-negara Eropa dengan Inggris. Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, Inggris seharusnya tidak memperkirakan hubungan perdagangan yang baik dengan Eropa setelah keluar dari pasar tunggal 500 juta orang.

“Jika Hollande menginginkan menghukum seseorang memilih melarikan diri, itu seperti film Perang Dunia II. Saya tidak berpikir itu sebagai cara untuk maju,” tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Boris Johnson, dilansir Reuters.

“Itu bukan kepentingan kawan atau mitra kita,” ujarnya saat berada di Dialog Raisina, konferensi geopolitik yang digelar Kementerian India di New Delhi.

Baca: George Soros: Brexit Bisa Positif Bagi Eropa

Menurut Johnson, banyak negara yang mengantre untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Inggris ketika kita meninggalkan UE. Inggris tidak akan lagi menggunakan kebijakan perdagangan yang dibuat Komisi UE.

“Selama di bawah peraturan UE, kita tidak akan bernegosiasi dengan pakta-pakta baru hingga kita meninggalkan blok tersebut,” ujarnya.

Banyak pihak mengecam dan mengkritik kebijakan May keluar dari Eropa. “Theresa May sudah mengukuhkan Inggris menuju ke Brexit yang sulit,” kata pemimpin Partai Demokrat Liberal, Tim Farron, kepada BBC.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Zionis Protes Aplikasi Apple tentang “Intifadah Ketiga”

Zionis Protes Aplikasi Apple tentang “Intifadah Ketiga”

Satu Lagi Diskriminasi, Politisi Swiss Usul Larang Jilbab dalam Foto Paspor

Satu Lagi Diskriminasi, Politisi Swiss Usul Larang Jilbab dalam Foto Paspor

Pengadilan Banding: Belanda Tidak Harus Merepatriasi Anak-anak ISIS

Pengadilan Banding: Belanda Tidak Harus Merepatriasi Anak-anak ISIS

Gerakan BDS di Maroko Berhasil Ajak Pedagang Boikot Kurma ‘Israel’

Gerakan BDS di Maroko Berhasil Ajak Pedagang Boikot Kurma ‘Israel’

Pasukan India Bunuh Pemimpin Militan Kashmir Ansar Gazwat-ul-Hind

Pasukan India Bunuh Pemimpin Militan Kashmir Ansar Gazwat-ul-Hind

Baca Juga

Berita Lainnya