Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

PM Pakistan: Hukum Penghina Islam di Media Sosial

Nawaz Sharif
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif  perintahkan penghapusan dan pemblokiran semua konten online yang dianggap menghujan dan menghina Islam dari media sosial, dan mereka yang bertanggung jawab harus diadili.

Perintah yang dikeluarkan hari Selasa (14/03/2017),  disampaikan tidak lama setelah adanya dengar pendapat di Pengadilan Tinggi Islamabad dalam kasus untuk memblokir semua konten di internet yang dianggap “menghina” Islam.

“Cinta dan kasih sayang kepada Rasululllah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  adalah aset yang paling berharga bagi setiap muslim,” kata Nawaz Sharif dikutip sebuah TV India.

“Setiap konten hujatan di media sosial adalah upaya tercela untuk bermain-main dengan perasaan umat Islam. Langkah-langkah efektif yang harus diambil segera untuk menghapus dan memblokir materi ini,” kata Shariz, seperti dilansir Aljazeera Selasa (14/03/2017).

Baca: Dinilai “Hujat” Islam, Wanita Kristen Dijatuhi Hukuman Mati

Pihak telekomunikasi Pakistan saat ini dilaporkan telah  memblok ratusan website dan situs yang mengandung pornografi atau materi yang dianggap menghujat.

Pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar Ali Khan mengatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk menghubungi perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk menghapus atau melarang konten menghujat yang berasal dari Pakistan.

“Kami akan membuat batas tertentu, bahkan jika kita harus pergi ke tingkat permanen untuk memblokir semua situs media sosial tersebut, jika mereka menolak untuk bekerja sama,” kata Khan.

Penistaan agama merupakan isu serius di Negara yang 97 persen penduduknya adalah Muslim ini. Seseorang yang terbukti menistakan agama atau menghina Nabi Muhammad, dapat dijerat dengan hukuman mati.

Baca:  [Foto] Warga Pakistan Menyemut Ikut Shalati Pembunuh Gubernur Punjab

Puluhan orang telah mengalami hukuman mati  atas tuduhan penghujatan dan penistaan agama, ujar Pusat Penelitian dan Studi Keamanan dikutip laman channelnewsasia.com.

Tahun 2011, Gubernur Provinsi Punjab, Salman Taseer, tewas dibunuh oleh salah satu pengawalnya setelah ia menyerukan reformasi undang-undang penghujatan negara. Pembunuh Taseer, Mumtaz Qadri, akhirnya dieksekusi tahun lalu, tetapi ia menjadi pahlawan di warga karena telah membunuh Salman Taseer yang dinilai membela dan melindungi Asia Bibi, perempuan Kristen yang telah melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Korban AS di Iraq Melebihi Perang Vietnam

Korban AS di Iraq Melebihi Perang Vietnam

Aset Mubarak Belum Dibekukan Uni Eropa

Aset Mubarak Belum Dibekukan Uni Eropa

Jilbab Dilarang dalam Turnamen Bola

Jilbab Dilarang dalam Turnamen Bola

Pelapor HAM PBB: Blokade Laut atas Gaza Ilegal

Pelapor HAM PBB: Blokade Laut atas Gaza Ilegal

Israel Marah Gereja Kelahiran Jadi Warisan Dunia

Israel Marah Gereja Kelahiran Jadi Warisan Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya