Rabu, 17 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Internasional

Pengungsi Penolong Edward Snowden Meminta Suaka ke Kanada

Ajith (kiri) dan Supun, dua pengungsi Sri Lanka yang memberikan bantuan kepada Edward Snowden di Hong Kong.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Tiga keluarga pengungsi yang memberi bantuan kepada Edward Snowden saat berada di Hong Kong tahun 2013, dalam pelariannya setelah membocorkan rahasia soal program pengintaian yang dilakukan dinas-dinas intelijen Amerika Serikat, telah meminta suaka ke Kanada, kata pengacara mereka hari Jumat (10/3/2016).

Keluarga itu –terdiri dari tiga orang dewasa asal Sri Lanka, seorang warganegara Filipina dan tiga anak tanpa kewarganegaraan– sudah lama menunggu proses suakanya di Hong Kong dan mereka khawatir kemungkinan aplikasinya itu akan ditolak pemerintah setempat. Demikian dikatakan oleh Marc-Andre Seguin dalam wawancara lewat telepon seperti dilaporkan Reuters.

Seguin mengatakan mereka menjadi sorotan banyak pihak setelah peluncuran film karya Oliver Stone berjudul “Snowden”, yang menggambarkan peran para pengungsi itu dalam pelariannya dari Amerika Serikat di tahun 2013 hingga akhirnya sampai di Rusia.

Seguin mengatakan bahwa keluarga itu dan pengacara di Hong Kong Robert Tibbo, yang memperkenalkan mereka ke Snowden, sekarang menghadapi situasi sulit di Hong Kong.

Mereka mengatakan bahwa aparat dari Sri Lanka memburunya beberapa bulan terakhir, dan mereka takut akan keselamatannya di Hong Kong, kata Seguin kepada Reuters.

Seorang juru bicara dari Kementerian Imigrasi Kanada mengatakan kantornya tidak memberikan komentar perihal potensi kasus yang saat ini dan tidak mengkonfirmasi ataupun membantah telah menerima permohonan suaka dari orang-orang tersebut.

Pihak berwenang Hong Kong juga belum mengkonfirmasi apakah mereka sudah mulai menyelidiki perihal klaim yang menyebutkan ada aparat Sri Lanka yang beroperasi di wilayahnya. Namun, seorang jurbir dari Biro Keamanan mengatakan bahwa adalah ilegal agen-agen asing melakukan tindakan penegakan hukum di wilayah Hong Kong.

“Setiap orang yang berada di Hongo Kong dilindungi oleh hukum yang berlaku di Hong Kong tidak peduli apa identitas dan latar belakangnya,” kata jubir itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Satu Dari Enam Pendeta Belanda Atheis

Satu Dari Enam Pendeta Belanda Atheis

Pasca Serangan Paris, Uskup Canterbury ‘Ragukan’ Tuhan

Pasca Serangan Paris, Uskup Canterbury ‘Ragukan’ Tuhan

Anggaran Seret Pennsylvania Akan Tutup 2 Penjara

Anggaran Seret Pennsylvania Akan Tutup 2 Penjara

Mahasiswa Amerika Lulus dengan Gelar Debitur

Mahasiswa Amerika Lulus dengan Gelar Debitur

Ribuan Muslim Kosovo Protes Larangan Jilbab

Ribuan Muslim Kosovo Protes Larangan Jilbab

Baca Juga

Berita Lainnya