Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kebencian terhadap Islam jadi Bahan Kampanye Partai Kebebasan Belanda

AFP
Politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders, yang dikenal intoleran dan radikal sedang membawa bendera tiruan Arab Saudi berpose meremehkan Islam
Bagikan:

Hidayatullah.com— Ineke van der Valk, peneliti di University of Amsterdam, mengatakan dalam pertemuan bahwa insiden kejahatan kebencian terhadap Muslim meningkat di Belanda.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2015, insiden yang melibatkan diskriminasi telah hampir dua kali lipat dan ada setidaknya 54 insiden yang melibatkan masjid, termasuk surat ancaman menampilkan simbol Nazi, katanya.

“Telah ada peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kegiatan semacam ini di negara kita,” kata Van der Valk dikutip Middle Eas Eye (MEE).

Sementara itu, penghasut agama yang juga Partai Kebebasan (PVV) pimpinan Wilders kembali bersumpah untuk menutup masjid, melarang al-Quran ia harus menjadi perdana menteri setelah pemungutan suara, dipandang sebagai solusi dari munculnya populis dan partai sayap kanan menjelang pemilihan nasional lainnya yang akan diadakan di seluruh Eropa akhir tahun ini.

Baca:  Warga Muslim Belanda Berkumpul Sikapi Ancaman Geert Wilders untuk Menutup Masjid

“Penutupan Masjid mungkin lebih sulit tetapi Anda dapat melakukannya,” ujar Wilders mengatakan kepada wartawan di pinggiran kota Industri Amsterdam sebelumnya di konferensi pers.

“Anda harus mengubah konstitusi. Dibutuhkan waktu, tentu di Belanda … tapi saya anggota parlemen dan jika ada yang bisa mengubah konstitusi dan mengusulkan hal ini, ini aku,” kata Wilders.

Hanya 10 hari sebelum pemilu Wilders dan Partai Kebabasannya (PVV) tampaknya telah menyelinap ke tempat kedua di belakang Partai Rakyat untuk Kemerdekaan dan Demokrasi/Partai Liberal Konservatif (VVD) yang berkuasa pimpinan Mark Rutte setelah berbulan-bulan memimpin jajak pendapat.

Baca: Geert Wilders Dinyatakan Bersalah Atas Tuduhan Penghinaan

“Saya yakin kita semua akan memiliki hasil yang sangat baik,” Wilders mengatakan pada sekelompok wartawan asing, merujuk juga kepada calon Presiden Sayap Kanan Prancis, Marine Le Pen.

“Bahkan jika itu tidak akan terjadi, jin tidak akan kembali ke dalam botol … tentu hal akan berubah di Eropa,” katanya dikutip Middle Eas Eye (MEE).

Didorong oleh perdebatan polarisasi atas imigrasi, dan awalnya dengan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS, Wilders telah memimpin jajak pendapat sejak akhir tahun lalu.

Tapi jajak pendapat terbaru oleh situs Belanda Peilingwijzer dari tujuh lembaga yang berbeda pada hari Sabtu menunjukkan Partai VVD pimpinan Mark Rutte sekarang akan menang 23 dari 27 kursi di rumah 150-kursi parlemen rendah, dengan PVV yang ditetapkan untuk mengumpulkan 22 dari 26 kursi jika Pemilu yang digelar hari ini.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Serangan Udara Bunuh Zahran Alusy, Pemimpin Jaisy Al Islam Suriah

Serangan Udara Bunuh Zahran Alusy, Pemimpin Jaisy Al Islam Suriah

Wanita Muslim Menangkan Rp 938 Juta Dalam Kasus Diskriminasi Jilbab

Wanita Muslim Menangkan Rp 938 Juta Dalam Kasus Diskriminasi Jilbab

Pakistan: AS, Tidak Ada Lagi Serangan!

Pakistan: AS, Tidak Ada Lagi Serangan!

Lebih 750 Organisasi Non-Pemerintah Aktif di Jenewa Internasional

Lebih 750 Organisasi Non-Pemerintah Aktif di Jenewa Internasional

Wafat di Usia 120 Tahun dengan 447 Cucu

Wafat di Usia 120 Tahun dengan 447 Cucu

Baca Juga

Berita Lainnya