Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Parlemen Israel Tolak Visa dan Larang Warga Asing Pendukung Boikot

ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Parlemen Israel (Knesset) hari Senin (06/03/2017) menyetujui undang-undang yang melarang warga asing memasuki negara itu, jika mereka secara terang-terang mendukung boikot dan anti-Israel.

“Sejak beberapa tahun ini, seruan untuk memboikot Israel semakin menjadi-jadi,” menurut parlemen Israel di lamannya setelah undang-undang itu disetujui.

“Tampaknya ia seperti garis depan baru dalam perang melawan Israel, di mana sampai saat negara ini masih belum siap untuk menanganinya sepenuhnya,” menurutnya lagi dikutip Reuters.

Para individu atau perwakilan kelompok-kelompok yang memboikot secara terbuka – kecuali warga Israel dan penduduk tetap – tidak akan diberikan visa, demikian menurut undang-undang tersebut.

Baca: Menteri Kehakiman Israel Sebut Gerakan Boikot Bentu “Terorisme”

Tidak jelas kapan kebijakan baru itu akan diberlakukan, tetapi undang-undang itu menyebutkan pengecualian dapat dibuat.

Undian disetujui dengan 46 mendukung dibandingkan 28, dengan beberapa oposisi menyatakan, adalah lebih baik untuk melibatkan para kritikus. Undang-undang baru itu menurut mereka, akan memberikan kesempatan kepada mereka yang menyerang Israel.

Israel sudah lama mengutuk keras kelompok-kelompok seperti Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi  (BDS) yang ingin mengisolasi Israel berkaitan kebijakannya terhadap warga Palestina.

Baca:  BDS, Gerakan Boikot yang mulai Mendunia

Knesset bahkan menyebut BDS  sebagai sebuah front baru perang terhadap Israel dan perlu diambil tindakan.

Sebelum ini, Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan menyerukan larangan terhadap organisasi dan individu yang mendukung gerakan boikot dan BDS.

BDS dimulai pada Juli 2005 yang didukung lebih dari 170 organisasi Palestina.  Tahun 2007, Komite Nasional Palestina BDS didirikan untuk mengkoordinasikan gerakan global yang terus meningkat ini.

Meluasnya gerakan boikot terhadap Israel di Eropa melahirkan kekhawatiran tinggi para pejabat negeri penjajah tersebut.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pentagon Segera Pindahkan Belasan Tahanan Guantanamo ke Negara Lain

Pentagon Segera Pindahkan Belasan Tahanan Guantanamo ke Negara Lain

Iran Beri Sinyal “Lindungi” Presiden Bashar al Assad

Iran Beri Sinyal “Lindungi” Presiden Bashar al Assad

Penyelenggara Olah Raga Telanjang di Pantai Penang Minta Maaf

Penyelenggara Olah Raga Telanjang di Pantai Penang Minta Maaf

Malaysia Larang Peredaran Buku Pendidikan Seks

Malaysia Larang Peredaran Buku Pendidikan Seks

Tak Bayar Sandwich yang Dibelinya, Anggota Parlemen Slovenia Mundur

Tak Bayar Sandwich yang Dibelinya, Anggota Parlemen Slovenia Mundur

Baca Juga

Berita Lainnya