Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Blind Sheikh Omar Abdul Rahman di Mesir

Bagikan:

Hidayatullah.com—Ribuan orang menghadiri pemakaman Omar Abdul Rahman yang dikenal dengan julukan “Blind Sheikh” di sebuah kota kecil di Mesir, hari Rabu (22/2/2017).

Abdul Rahman, yang divonis bersalah dalam dakwaan konspirasi peledakan gedung World Trade Center di New York tahun 1993 dan perencanaan serangan teroris di sejumlah kota di Amerika Serika, wafat pada hari Sabtu (18/2/2017) di sebuah penjara di North Carolina dalam usia 78 tahun.

Ratusan pelayat, sambil membawa tulisan berbunyi “kita akan bertemu di surga,” berkumpul di Al-Gamaliya, kampung halaman Omar Abdul Rahman di Provinsi Dakhalia, di kawasan Delta Nil, menanti kedatangan jasadnya yang dibawa pulang dari Amerika melalui Kairo, lapor Reuters.

Omar Abdul Rahman kehilangan indera penglihatannya saat kanak-kanak akibat diabetes dan beranjak besar dengan mempelajari kitab al-Qur`an versi Braille. Dia tetap menjadi tokoh yang disegani meskipun dijebloskan ke penjara di Amerika selama 20 tahun lebih. Ketika Muhammad Mursy, tokoh Al-Ikhwan Al-Muslimun, menjadi presiden di Mesir tahun 2012 dia mengatakan bahwa memperjuangkan pembebasan Abdul Rahman merupakan prioritasnya. Sekelompok orang yang menyerang sebuah ladang minyak di Aljazair pada 2013 dan menyandera beberapa orang menuntut pembebasannya.

Omar Abdul Rahman dan beberapa pengikutnya ditangkap dan diadili pada tahun 1995. Mereka dituduh merencanakan pembunuhan tokoh-tokoh terkemuka, pemboman di markas besar PBB, pemboman fasilitas penting milik pemerintah di Manhattan, terowongan-terowongan, serta sebuah jembatan yang menghubungkan New York City dan New Jersey. Mereka juga dituduh berencana membunuh Presiden Mesir Husni Mubarak saat berkunjung ke Amerika Serikat tahun 1993. Mereka dinyatakan bersalah dalam 48 dari 50 dakwaan pada Oktober 2015.

Menyusul kabar kematiannya, Al-Qaeda mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa Omar Abdul Rahman menginstruksikan balas dendam terhadap orang-orang yang membunuhnya, menunjuk pada pemerintah Amerika Serikat.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Laboratorium Wuhan Bantah Terkait Wabah Covid-19

Laboratorium Wuhan Bantah Terkait Wabah Covid-19

Arab Saudi Dinilai Tindas Gerakan Islam

Arab Saudi Dinilai Tindas Gerakan Islam

Anak-Anak Muda Mesir Bergabung dengan Tentara AS di Iraq

Anak-Anak Muda Mesir Bergabung dengan Tentara AS di Iraq

Turki Berlakukan Keadaan Darurat, Erdogan Yakini Ada Negara Lain Terlibat

Turki Berlakukan Keadaan Darurat, Erdogan Yakini Ada Negara Lain Terlibat

Penerbit Jepang akan Merilis Buku Berisi Kartun Nabi Muhammad Buatan Charlie Hebdo

Penerbit Jepang akan Merilis Buku Berisi Kartun Nabi Muhammad Buatan Charlie Hebdo

Baca Juga

Berita Lainnya