Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Gereja Katolik Bayar $276 Juta Terkait Pelecehan Seksual Anak-Anak di Australia

AustraliaPlus
Konsul Pembantu pada komisi khusus Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual, Gail Furness, SC.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Gereja Katolik membayar lebih dari $ 276 juta (sekitar Rp 2,7 triliun) ganti rugi kepada ribuan korban pelecehan seksual anak-anak di Australia. Hal ini terungkap dalam pemeriksaan komisi khusus Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse.

Hampir 4.500 orang mengajukan klaim ganti rugi atas dugaan insiden pelecehan seksual anak-anak yang terjadi antara Januari 1980 dan Februari 2015. Namun insiden paling awal yang diajukan klaimnya terjadi di tahun 1920-an.

Konsul Pembantu pada komisi khusus itu Gail Furness SC dalam pemeriksaan di Sydney menjelaskan angka tersebut termasuk kompensasi, pengobatan, biaya hukum dan biaya lainnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak $ 258.800.000 adalah kompensasi uang yang berkisar $ 91 ribu per klaim.

“Christian Brothers yang, di waktu terkait menjalankan sejumlah fasilitas perumahan, melaporkan jumlah tertinggi dalam pembayaran,” kata Furness dalam persidangan.

Baca: 7% dari Pendeta Katolik Australia Lakukan Pelecehan Seksual

“Kelompok ini melakukan 763 pembayaran total sebesar $ 48,5 juta dengan pembayaran rata-rata $ 64 ribu,” katanya dikutip laman AustraliaPlus.

“Secara keseluruhan otoritas Gereja Katolik membayar $ 276.100.000 dalam merespons klaim pelecehan seksual anak-anak yang diterima antara 1 Januari 1980 dan 28 Februari 2015,” jelasnya.

Dalam persidangan teridentifikasi lembaga paling umum yang disebutkan dalam klaim adalah sekolah. Sebanyak 46 persen klaim menyebut sekolah sebagai lokasi terjadinya insiden, disusul panti asuhan anak-anak atau fasilitas perumahan sebanyak 29 persen dari klaim.

Baca: Pastor Pelaku Pelecehan Seksual Anak Ditangkap di Inggris

Jumlah tertinggi klaim pelecehan seksual yang terjadi di fasilitas perumahan adalah yang dioperasikan oleh De La Salle Brothers di Queensland, dengan 219 klaim.

Sebelumnya, Francis Sullivan dari Truth, Justice and Healing Council mengatakan dalam persidangan itu melihat konteks waktu terjadinya insiden itu.

Menurut dia, sekarang situasinya sangat berbeda, sehingga para orang tua harus menyadari bahwa anak-anak mereka saat ini berada di tangan yang aman di sekolah-sekolah Katolik.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Anak PM Israel Picu Kegaduhan Politik saat Mabuk di Klub Tari Bugil

Anak PM Israel Picu Kegaduhan Politik saat Mabuk di Klub Tari Bugil

Erdogan Cabut Gugatan Hukum Atas Sejumlah Tokoh Oposisi

Erdogan Cabut Gugatan Hukum Atas Sejumlah Tokoh Oposisi

Sekjen OKI Menangis di Pengungsian Rohingya

Sekjen OKI Menangis di Pengungsian Rohingya

Filipina Menahan Seorang Ulama Pasca Bom Basilan

Filipina Menahan Seorang Ulama Pasca Bom Basilan

Bank Islam Dubai incar Bank Syariah Indonesia

Bank Islam Dubai incar Bank Syariah Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya