Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Lima Orang Meninggal dalam Penembakan Jamaah Shalat di Masjid Kota Quebec

Reuters
Penembakan di Masjid Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec-Kanada menelan 5 korban tewas
Bagikan:

Hidayatullah.com—Lima orang dilaporkan tewas dan terluka akibat penembakan di Masjid Quebec hari Ahad malam (29/01/2017) waktu setempat setelah  pria bersenjata menembaki jamaah shalat di sebuah mesjid di Kota Quebec Kanada.

Presiden Kompleks Pusat Kebudayaan Islam di Kota Quebec mengatakan kepada Reuters bahwa lima orang tewas. Sementara usatoday.com mengatakan 6 orang meninggal, 8 orang lain terluka.

Melalui lini twitternya, kepolisian mengatakan bahwa ada “kematian dan cedera” tetapi tidak menyebutkan jumlahnya, dan seorang juru bicara polisi mengatakan bahwa dua tersangka telah ditangkap.

“Situasi sudah aman terkendali dan para korban telah di evakuasi”, berdasarkan cuitan kepolisian tersebut. “Penyelidikan sedang berlangsung,” tambahnya.

Saksi mata mengatakan bahwa sebanyak tiga orang bersenjata melakukan penembakan di Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec  di mana sekitar 100 orang berada di dalam masjid,  tulis Montreal Gazette.

“Mengapa penembakan terjadi disini? Ini adalah perbuatan biadab,” ujar Mohamed Yangui, Presiden Mesjid, kepada Reuters hari Senin (30/01/2017).

Prancis Larang Burkini, Skotlandia dan Kanada Justru Bolehkan Polwan Berjilbab

Juru bicara kepolisian Kota Quebec, Etienne Doyon, mengatakan bahwa penembakan terjadi setelah shalat Isya hari Ahad malam tersebut.

Saksi melaporkan bahwa setidaknya dua penembak tengah memasuki masjid dan menembaki jamaah yang masih berada di masjid setelah shalat berakhir.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyebut penembakan ini sebagai serangan “pengecut” dan mengatakan bahwa penduduk Kanada turut berduka untuk para korban.

Wali Kota Quebec, Philippe Couillard mengatakan bahwa aksi ini merupakan tindakan “kekerasan barbar” dan menyatakan solidaritas untuk keluarga korban.

Melalui akun twitternya, Philippe Couillard, mengutuk serangan  dan menyerukan solidaritas terhadap penduduk Muslim di Quebec.

“Quebec dengan tegas menolak kekerasan biadab ini,” katanya.

Anggota Parlemen Kanada Ini Justru Hormati Ramadhan dengan Turut Berpuasa

Masjid Kompleks Pusat Kebudayaan Islam terletak di dekat Universitas Laval, dimana terdapat sejumlah besar komunitas siswa internasional. Banyak diantaranya merupakan warga negara Prancis berbahasa Afrika dan Maghreb (Maroko).

Sebagaimana diketahui, islamophobia meningkat di Kanada akhir-akhir ini di tengah polemik  larangan pemakaian niqab (penutup muka bagi Muslimah) di wilayah itu.

Seorang perempuan Muslim dipecat dari pekerjaannya sebagai wasit sepak bola karena mengenakan jilbab.  Federasi Sepakbola Quebec mengatakan, aturan FIFA melarang pemakaian jilbab dan simbol-simbol keagamaan lainnya di lapangan.

Di provinsi Ontario, sebuah masjid dibakar pada tahun 2015, sehari setelah serangan oleh kelompok bersenjata dan pembom di Paris.

Pada bulan Juni, seseorang pernah melakukan teror dengan meninggalkan kepala babi berdarah yang dibungkus dalam plastik berpita di depan pintu masjid, bersama dengan sebuah catatan bertuliskan “Bonne appétit” (dibaca: Selamat Makan), tulis The Washington Post kala itu.*/Khawlah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kantor Berita Korut: Kim Jong-un Meresmikan Pabrik Pupuk

Kantor Berita Korut: Kim Jong-un Meresmikan Pabrik Pupuk

Turki Mengecam Persetujuan ‘Israel’ Atas Rencana Pemukim Ilegal Baru

Turki Mengecam Persetujuan ‘Israel’ Atas Rencana Pemukim Ilegal Baru

TKW di Arab Saudi Dapat Warisan Milayaran dari Majikan

TKW di Arab Saudi Dapat Warisan Milayaran dari Majikan

Menantu Trump, Jared Kushner, Tercatat sebagai Perempuan dalam Daftar Pemilih

Menantu Trump, Jared Kushner, Tercatat sebagai Perempuan dalam Daftar Pemilih

Menyedihkan, Thailand Akan Kembalikan Pengungsi Muslim Rohingya Ke Laut

Menyedihkan, Thailand Akan Kembalikan Pengungsi Muslim Rohingya Ke Laut

Baca Juga

Berita Lainnya