Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Obama Pangkas Hukuman Ratusan Narapidana, Bradley Manning Bebas 17 Mei

Bagikan:

Hidayatullah.com—Di hari-hari terakhir masa jabatannya Presiden Amerika Serikat Barack Obama memangkas hukuman penjara sejumlah narapidana, termasuk Bradley Manning, prajurit AS pembocor ratusan ribu file rahasia milik negaranya ke situs WikiLeaks.

Dalam salah satu tindakan akhirnya sebagai presiden, Obama memangkas hukuman 209 narapidan, kata Gedung Putih hari Selasa (17/1/2017) seperti dikutip Aljazeera.

Masa kurungan Manning baru dijalani 6 tahun lebih sedikit dari total vonisnya 35 tahun penjara karena membocorkan ribuan dokumen milik pemerintah dan militer AS. Namun sekarang, masa hukumannya dinyatakan akan berakhir pada 17 Mei.

Prajurit AS itu dikenal dengan nama Bradley Manning saat ditangkap pada 2010 dan kemudian mengubah identitasnya menjadi seorang wanita dengan nama Chelsea Manning.

Manning, yang mengakui perbuatannya membocorkan dokumen-dokumen rahasia milik negaranya, mengatakan dirinya sedang galau dan berusaha mengatasi gender dysphoria yang dialaminya saat dirinya membocorkan dokumen tersebut ketika bertugas di Iraq.

Manning dua kali berusaha merenggut nyawanya sendiri tahun lalu di dalam sel, sebab permohonannya untuk mendapatkan perawatan perubahan identitas menjadi perempuan tidak ditanggapi semestinya oleh pihak berwenang.

Pekan lalu, Julian Assange pendiri WikiLeaks yang sekarang berlindung di Kedutaan Ekuador di London mengatakan bersedia diekstradisi ke Amerika Serikat jika sebelum mengakhiri masa jabatannya Obama mau memberikan pengampunan kepada Manning.

Lewat Twitter WikiLeaks hari Jumat (13/1/2017) mengeluarkan pernyataan bahwa jika Obama memberikan grasi kepada Manning, maka Assange tidak akan melawan untuk diekstradisi ke AS meskipun resikonya dia akan menghadapi berbagai gugatan inkonstitusional dari Departemen Kehakiman AS berkaitan dengan kasus pembocoran dokumen yang melibatkannya.

Obama juga memafkan 64 orang lain, termasuk jenderal purnawirawan James Cartwright, yang didakwa membuat pernyataan palsu saat pemeriksaan kasus pembocoran dokumen rahasia itu.

Kebanyakan narapidana yang mendapatkan grasi tidak terlibat kasus berkaitan dengan tindak kekerasan atau narkoba.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Terkait ISIS, Hillary Salahkan Barack Obama

Terkait ISIS, Hillary Salahkan Barack Obama

Qatar Mulai Lakukan Pembangunan Kembali Rumah di Gaza

Qatar Mulai Lakukan Pembangunan Kembali Rumah di Gaza

Geng MS-13 Penggal Kepala dan Mencabut Jantung Korbannya di Dekat Washington DC

Geng MS-13 Penggal Kepala dan Mencabut Jantung Korbannya di Dekat Washington DC

Aplikasi Fatwa Qardhawi  tentang Zakat Pemulihan Gaza

Aplikasi Fatwa Qardhawi tentang Zakat Pemulihan Gaza

Kongres AS Tolak RUU Kesehatan Trump

Kongres AS Tolak RUU Kesehatan Trump

Baca Juga

Berita Lainnya