Jum'at, 15 Januari 2021 / 31 Jumadil Awwal 1442 H

Internasional

Pengadilan Mesir Batalkan Dua Pulau di Laut Merah ke Arab Saudi

Reuters
Warga Mesir bersorak di selepas keputusan terbaru pengadilan tinggi Mesir
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengadilan Tinggi Mesir hari Senin (16/01/2017) membatalkan rencana pemerintah untuk menyerahkan dua pulau kecil di Laut Merah kepada Arab Saudi.

Putusan ini diambil setelah upaya banding Pemerintah Mesir atas keputusan pengadilan rendah yang menghentikan penyerahan Pulau Tiran dan Sanafir ditolak. Hasil keputusan ini langsung disambut dengan meriah pengamat dan rakyat Mesir di luar pengadilan dan di media sosial.

Hakim mengatakan, Mesir memiliki kedaulatan atas Pulau Tiran dan Pulau Sanafir sementara pihak pemerintah gagal mengemukakan bukti yang menunjukkan bahwa dua pulau itu dimiliki Arab Saudi.

Sebelum ini, Pemerintah Mesir di bawah kepemimpinan Presiden kudeta Abdul Fattah al-Sisi membuat perjanjian dengan Arab Saudi untuk menyerahkan dua pulau Tiran dan Sanafir.

Ada Permintaan Recusal, Sidang Banding Penyerahan Pulau Tiran dan Sanafir ke Saudi Ditunda

Perjanjian penyerahan dua pulau yang ditandatangani kedua negara bukan April 2016 ini menimbulkan protes keras dari rakyat Mesir.

Pada Juni 2016, Pengadilan Tata Usaha Mesir memutuskan bahwa perjanjian batas demarkasi baru yang disetujui Saudi dan Mesir pada April tidak berlaku dan kedua pulau itu tetap berada dalam wilayah Mesir. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Mesir menetapkan 16 Januari 2017 sebagai batas terakhir bagi pemerintah untuk melakukan banding atas putusan tersebut.

Pulau Tiran dan Sanafir merupakan pulau tak berpenghuni di pintu masuk Teluk Aqaba di Laut Merah yang disengketakan selama puluhan tahun. Dahulu pulau-pulau itu merupakan batas wilayah antara Kerajaan Ottoman dengan Mesir yang saat itu dikuasai oleh Inggris. Israel sempat merebut pulau itu  pada 1967 dan mengembalikan kepada Mesir pada 1982.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi pernah mengatakan, Tiran dan Sanafir sejak dahulu adalah milik Arab Saudi yang meminta Mesir untuk menempatkan pasukannya di sana pada 1950 untuk melindungi pulau-pulau tersebut.

Keputusan ini diperkirakan akan menyulitkan hubungan Mesir dan Arab Saudi, pendukung utama al-Sisi di Timur Tengah sejak mantan panglima militer itu menggulingkan pemerintah sah pada 2013.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Takut Ketahuan Homoseksual, Suami Jerat Leher dan Bakar Istrinya

Takut Ketahuan Homoseksual, Suami Jerat Leher dan Bakar Istrinya

Erdogan Tuduh Pasukan Keamanan Myanmar Lancarkan “Teror Buddhis” terhadap Rohingya

Erdogan Tuduh Pasukan Keamanan Myanmar Lancarkan “Teror Buddhis” terhadap Rohingya

Prancis Akan Stop Dana Asing untuk Pembangunan Masjid

Prancis Akan Stop Dana Asing untuk Pembangunan Masjid

Presiden Mesir Nyatakan Siap Bantu Israel

Presiden Mesir Nyatakan Siap Bantu Israel

Irak dan Arab Saudi Buka Kembali Perbatasan Darat setelah 30 Tahun

Irak dan Arab Saudi Buka Kembali Perbatasan Darat setelah 30 Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya