Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mantan Petinggi Hizbullah Sebut Milisi Syiah Manfaatkan Kemiskinan untuk Bela Bashar

Mantan sekretaris jenderal Hizbullah, Subhi al-Tufayli
Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan sekretaris jenderal Hizbullah, Subhi al-Tufayli, kembali mengkritik kelompok bersenjata Syiah asal Libanon Hizbullah yang dinilai telah mengekspoitasi orang miskin untuk perang ke Suriah.

Ia mengatakan pemimpin milisi Syiah Libanon (Lebanon)  Hasan Nasrallah telah mengeksploitasi orang-orang miskin khususnya orang Syiah untuk memikat mereka untuk berperang  bersama rezim Bashar al Assad di Suriah.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Turki Gercek Hayat, Tufayli mengatakan rezim Bashar al Assad memerintah Libanon selama tiga dekade dengan tangan besi.

“Membunuh, mencuri dan merusak segalanya,” ujar Tufayli. Dia juga mengatakan penindasan dan korupsi rezim Assad meninggalkan memori buruk dan abadi antara Lebanon.

Menurutnya,  Bashar al-assad dan kebanyakan seniornya (dari komandan Hizbullah) adalah (Syiah) Alawi.

Mantan Sekjen: Hizbullah Memprovokasi Dunia

Tufayli menambahkan Syiah pertama kali diminta untuk berperang di Suriah untuk mempertahankan Desa dan kuil Syiah. Kemudian, di sana diberitahu bahwa perlawanan dilakukan untuk menghentikan penyebaran “takfiri” (istilah yang sering digunakan Syiah menyebut kelompok pembebasan anti Asaad dari Sunni) sebelum mereka mencapai Libanon.

Mantan pemimpin Hizbullah ini juga mengatakan dengan korban Hizbullah di Suriah meningkat dan tidak ada tanda-tanda mengakhiri pertempuran. “Tidak ada yang akan pergi untuk berperang di Suriah, kalau bukan karena kemiskinan dan membutuhkan,” ujarnya dikutip laman Orient-Net.

Subhi al Tufayli telah memimpin milisi Hizbullah dari tahun 1989 sampai 1991. Ia kehilangan jabatannya di Hizbullah dan menyerahkannya ke Abbas al-Musawi tahun 1991. Selanjutnya pada 1992 ia keluar dari Hizbullah setelah menuding kelompok itu menjadi “lunak” terhadap pemerintah Libanon.

Hizbullah Akan Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Suriah Bela Bashar

Dia kemudian mengkritik kebijakan-kebijakan Hizbullah, antara lain tentang keikutsertaan kelompok bersenjata itu dalam pemilihan umum dan berkoalisi dengan pemerintah Libanon. Setelah itu Tufayli membentuk kelompok lain yang diberinya nama “Revolusi Orang Lapar”, dengan sikap menentang kebijakan-kebijakan pemerintah Libanon.

Dalam wawancara televisi dengan Al-Arabiya yang ditayangkan hari Jumat (7/6/2013), Al-Tufayli mengatakan bahwa organisasi Hizbullah yang ditetapkan Liga Arab sebagai organisasi teroris “telah memprovokasi seluruh dunia.”

Ia menegaskan, Hizbullah telah memulai perang sektarian dan “membuka pintu pemberontakan”. Lebih lanjut ia  mengatakan Iran adalah pihak yang mengendalikan kelompok Syiah itu, yang bertanggungjawab mendorong kelompok bersenjata itu ikut campur dalam perang di Suriah.*

Rep: Panji Islam
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Iraq: Kami Tidak Butuh Pasukan Asing Untuk Perangi ISIS

Iraq: Kami Tidak Butuh Pasukan Asing Untuk Perangi ISIS

KA Mashair Siap Angkut Setengah Juta Jamaah

KA Mashair Siap Angkut Setengah Juta Jamaah

Medvedev Ingatkan Obama Berkaitan Korban Sipil di Libya

Medvedev Ingatkan Obama Berkaitan Korban Sipil di Libya

Orang-Orang Kaya Hong Kong Berburu Visa Emas

Orang-Orang Kaya Hong Kong Berburu Visa Emas

Hari Ibu di Amerika, Bos Facebook Minta Wanita Pencari Nafkah Keluarga Diperhatikan

Hari Ibu di Amerika, Bos Facebook Minta Wanita Pencari Nafkah Keluarga Diperhatikan

Baca Juga

Berita Lainnya