Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tinggalkan Iran, Oman Bergabung Koalisi Islam di Bawah Komando Saudi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Berbagai sumber Saudi dan Teluk menyebutkan Negara Oman sudah melakukan kontak dengan Kerajaan Saudi akan kesiapannya bergabung kembali dengan Koalisi Militer Islam untuk melawan teroris, tulis Yaman Press.

Yaman Press menukil pernyataan  sumber  kantor berita  Reuters yang mengatakan bahwa sikap ini mencerminkan bahwa Muscat -yang sebelumnya dikenal  sekutu terdekat Iran di kawasan Teluk Persia- kembali bergabung dengan koalisi negara-negara  yang dibentuk pada Desember tahun lalu oleh Deputi Putra Mahkota Saudi dan Menteri Pertahanan, Pangeran Muhammad Bin Salman, demikian  dilansir Yaman Press, Kamis (29/12/2016)

Berbagai sumber juga menambahkan hari Rabu, Deputi Putra Mahkota sudah menerima surat dari Menteri Pertahanan Oman yang berisikan pemberitahuan dari Kesultanan Oman untuk bergabung dengan Koalisi Islam yang dibidani dan didukung penuh oleh Pangeran Muhammad ini.

Arab Saudi Bentuk Aliansi Militer Islam Gabungan

Sebelumnya, Oman senantiasa mengambil sikap bersebelahan dengan sikap politik Teluk terkait berbagai isu di kawasan.

Hal ini   menunjukkan bahwa kembalinya Kesultanan Oman ke Sidang Teluk untuk melawan Iran khususnya, dan kesatuan sikap politik dan kebijakan-kebijakan negara-negara teluk dan negara Muslim dan Arab pada umumnya.

Sumber-sumber juga mengatakan, bahwa pangeran Muhammad diperkirakan akan melakukan kunjungan resmi ke Oman pada minggu-minggu mendatang untuk mempersiapkan kedatangan Penjaga Dua Kota Suci Ummat Islam Raja Salman ke Oman dalam rangka membuka kembali  file-file kerjasama di bidang militer, kemananan, dan ekonomi demi melayani kepentingan kedua negara dan negara-negara teluk, Arab dan negara-negara Muslim pada umumnya.

Sebelumnya, Pangeran Muhammad juga menjabat sebagai Mentri Pertahanan dan mengumumkan dibentuknya Koalisi Islam untuk melawan teroris dan berhasil menyatukan lebih dari 40 negara Muslim bergabung dalam koalisi ini kecuali Indonesia dan Iran.

Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan pembentukan koalisi militer Islam yang diikuti 34-negara minus Iran untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh.*/ Syafruddin Ramly

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sistem Peringatan Bawah-Tanah Selamatkan Banyak Nyawa di Suriah [1]

Sistem Peringatan Bawah-Tanah Selamatkan Banyak Nyawa di Suriah [1]

Raihan Masuk dalam 500 Muslim Berpengaruh di Dunia

Raihan Masuk dalam 500 Muslim Berpengaruh di Dunia

menolak gencatan senjata houthi

Tokoh Pemberontak Syiah al Houthi ajak Warga Yaman Melawan Saudi

Amnesty Internasional Sebut Tindakan Prancis sebagai “Kemunafikan yang Memalukan”

Amnesty Internasional Sebut Tindakan Prancis sebagai “Kemunafikan yang Memalukan”

Hizbut Tahrir Protes Larangan Jilbab

Hizbut Tahrir Protes Larangan Jilbab

Baca Juga

Berita Lainnya