Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pria Rohingya Dibunuh Usai Wawancara dengan Wartawan

Tentara Myanmar
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah mayat tanpa kepala seorang warga Muslim Rohingya ditemukan setelah korban berbicara dengan kelompok wartawan dalam kunjungan media dengan pengawasan Myanmar di utara Negara Bagian Rakhine.

Mayat pria berusia 41 tahun itu ditemukan mengambang di sungai pada Jumat. Saksi mengatakan,  sebelumnya, ia berbicara dengan sekelompok wartawan tentang pergolakan yang terjadi di Rakhine.

Kolonel Polisi, Thet Naing mengkonfirmasi pihaknya masih menyelidiki tentang kasus pembunuhan dan penemuan mayat itu.

Tiga Gadis Rohingya Diperkosa Anggota Militer Myanmar, Satu Orang Kritis

“Keluarga menginformasikan kehilangan pria itu Kamis lalu setelah diwawancara oleh sekelompok wartawan,” katanya dikutip  channelnewsasia.com, Sabtu (24/12/2016).

“Hari Kamis keluarganya mengatakan ia telah menghilang setelah memberikan wawancara kepada wartawan,” kata Kolonel Polisi Thet Naing di kota Maungdaw kepada AFP. Korban  telah berbicara pada wartawan hari Rabu di desanya, Ngakhura.

Sementara itu, dua wartawan yang menolak identitasnya diungkapkan mengkonfirmasi bahwa mereka telah mewawancarai orang itu.

Lembaga HAM Miliki Bukti Pembumihangusan Desa Warga Rohingya

Kunjungan wartawan negara itu diselenggarakan oleh Myanmar setelah Aung San Suu Kyi menerima tekanan agar mengizinkan akses ke zona konflik tersebut.

Setidaknya 34.000 Rohingya Islam telah melarikan diri ke Bangladesh ketika desa mereka dibakar, wanitanya diperkosa dan anak-anak serta kaum pria dibunuh dan disiksa oleh pasukan keamanan Myanmar.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pihak Berwenang Tak Tahu Kemana Perginya 15 “Dokter China” yang Tiba di Nigeria

Pihak Berwenang Tak Tahu Kemana Perginya 15 “Dokter China” yang Tiba di Nigeria

Delapan Migran Tewas Kehabisan Napas dalam Truk Kontainer di Libya

Delapan Migran Tewas Kehabisan Napas dalam Truk Kontainer di Libya

Gamal Mubarak Aktor Dibelakang Kelompok Bayaran?

Gamal Mubarak Aktor Dibelakang Kelompok Bayaran?

Gorbachev: Amerika Harus Meniru Soviet di Afghanistan

Gorbachev: Amerika Harus Meniru Soviet di Afghanistan

Lebih 200 Kematian dalam Aksi Kekerasan di Nigeria Jelang Pemilu

Lebih 200 Kematian dalam Aksi Kekerasan di Nigeria Jelang Pemilu

Baca Juga

Berita Lainnya