Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Erdogan Sebut Penembak Duta Rusia Anggota Gulen

Presiden Recep Tayyip Erdoğan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, individu yang bertanggung jawab membunuh Duta Rusia ke Turki pada 19 Desember lalu adalah antara anggota kelompok Fethullah Gulen.

Senin lalu, Mevlut Mert Altintas ( 22), yang juga anggota polisi Turki telah melepaskan sembilan tembakan ke arah Andrei Karlov ketika memberikan pidato di  pameran photo berjudul “Rusia dalam pandangan Turki” yang disponsori kedutaan Rusia.

“Tidak ada kebutuhan untuk merahasiakan hal nyata bahwa dia (pembunuh) adalah anggota FETO,” kata Erdigan kepada wartawan, kemarin.

Dubes Rusia Tewas Ditembak Polisi Turki, Berikan Peringatan Masalah Aleppo

Erdogan mengatakan, pembunuhan Karlov menunjukkan bahwa pendukung Gulen masih ada dalam struktur keamanan utama negara itu, sekaligus mendesak pembersihan dilanjutkan.

Gulen yang kini dilaporkan tinggal di pengasingan di Amerika Serikat adalah individu yang dituduh oleh Turki mendalangi plot kudeta dan tindakan menggulingkan Erdogan pada 15 Juli lalu.

Gulen Bantah Berkaitan dengan Anggota Polisi Turki Pembunuh Dubes Rusia

Salah satu pesan penting yang disampaikan Mevlüt Mert Altıntaş dalam pesan terakhirnya usai menembak Andrei Karlov adalah peringatan pada Rusia terkait keterlibatannya dalam serangkaian serangan di Suriah dan pembantaian di Kota Aleppo.

“Kami mati di Aleppo, kamu mati di sini. Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Suriah!”

AP juga memberi kesaksian melalui salah seorang photograpernya berada di lokasi kejadian dan melaporkan seorang laki-laki mengenakan jas dan dasi meneriakkan “Allahu Akbar” dan melepaskan sekurangnya delapan tembakan, tulis BBC.

Sebelumnya, Gulen yang ikut dituduh membantah keterlibatannya bahkan turut menyatakan terkejut dan sedih terhadap insiden pembantaian itu.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Negara-Negara Dunia Didesak Berlakukan Pembatasan Rezim Myanmar

Negara-Negara Dunia Didesak Berlakukan Pembatasan Rezim Myanmar

Gunakan Bacaan Al-Quran, Video Musik CL 2NE1 Diprotes Federasi Muslim Korea

Gunakan Bacaan Al-Quran, Video Musik CL 2NE1 Diprotes Federasi Muslim Korea

Erdogan Menyeru Suriah dan Rusia Agar Menghentikan Serangan Udara

Erdogan Menyeru Suriah dan Rusia Agar Menghentikan Serangan Udara

UE-AS Lancarkan Perang Diplomatik Baru Lawan Iran

UE-AS Lancarkan Perang Diplomatik Baru Lawan Iran

Pemerintah Mesir Pensiunkan 70 Pimpinan Militer

Pemerintah Mesir Pensiunkan 70 Pimpinan Militer

Baca Juga

Berita Lainnya