Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Iran Ancam Bahrain, Yaman dengan ‘Penaklukan’ seperti Aleppo

Jenderal Hossein Salami dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang komandan senior militer Iran mengancam akan meluaskan perang setelah menggambarkan kekalahan kelompok oposisi Suriah baru-baru di Aleppo sebagai sebuah “kemanangan”, sementara sebuah rekaman menunjukkan para pengungsi Suriah yang berupaya melakukan evakuasi dari kota tersebut ditembaki oleh milisi Syiah dukungan Iran.

Berkomentar pada media Iran setempat, Jenderal Hossein Salami dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran akan memperluas wilayah sebagaimana kesuksesannya di Aleppo ke beberapa Negara Arab yang disebutnya dengan istilah ‘penaklukan Islam’.

“Ini adalah waktu bagi penaklukan-penaklukan Islam. Setelah pembebasan Aleppo, harapan Bahrain akan diwujudkan dan Yaman akan senang dengan kekalahan musuh-musuh Islam.”

Komandan IRGC tersebut juga mengatakan bahwa “rakyat Mosul akan menikmati kemenangan,” merujuk pada operasi militer Iran yang sedang terjadi di Mosul.

Yang Perlu Diketahui: Apa Perang Suriah, Rezim Bashar dan Keterlibatan Syiah? [1]

Perasaan kemenangan yang dimaksud, bagaimanapun juga, dirasakan dengan darah dan teror di Aleppo seperti dilaporkan koresponden BuzzFeed News yang mentweet rekaman apa yang proxi Iran pro-Assad lakukan di sana.

Adalah Borzou Daraghi yang mentweet kondisi Aleppo yang disebut Iran ‘penaklukan Islam”.

“Inilah neraka di dunia,” dengan mencantumkan rekaman video dari Aleppo yang memperlihatkan pria, wanita dan anak-anak yang kelaparan dan kedinginan” yang mencoba melakukan evakuasi dari kota itu ditembaki oleh milisi Syiah, tulisnya.

Rekamannya juga didukung dengan laporan-laporan dan rekaman lain dari jurnalis Suriah Rami Jarrah. Rekaman dari Jarrah memperlihatkan para saksi menceritakan kisah mereka tentang bagaimana rombongan mereka yang melakukan perjalanan dengan Palang Merah dicegat oleh rezim Bashar al Assad.

Dalam laporannya, Rami Jarrah melihat seorang pria di dalam video tersebut sedang berbicara, mereka dan konvoi mobil mereka diserang oleh rezim Pro Assad, menimbulkan kepanikan.

Kekaisaran Persia 

Komentar Salami bukanlah komentar pertama yang muncul dari dalam lingkungan pejabat berpengaruh Iran.

Pada Maret 2015, Penasihat Presiden Ali Younesi mengatakan bahwa Ibu Kota Iraq, Baghdad,  merupakan “Ibu Kota kekaisaran Iran,” membuat marah dunia Arab dan khususnya rakyat Iraq yang merasa dominasi pengaruh Iran di negara mereka.

November lalu, Kepala Staf Jenderal militer Iran Mohammed Bagheri mengatakan bahwa negaranya kemungkinan akan membangun pangkalan militer di Yaman, Suriah dan negara-negara Arab lainnya.

Berbicara pada kantor berita milik negara Mashregh, Agustus lalu, pensiunan Jenderal IRGC Mohammad Ali Falaki mengatakan bahwa Iran telah menciptakan sebuah “Tentara Pembebasan Syiah” di bawah komando komandan Brigadir Jenderal Qassem Soleimani dari Quds Force.

Yang Perlu Diketahui: Apa Perang Suriah, Rezim Bashar dan Keterlibatan Syiah? [2]

Menurut Falaki, Pasukan Pembebasan Syiah telah aktif di tiga “garis depan” di Iraq, Suriah dan Yaman.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada sekitar 15 kelompok bersenjata dari milisi Syiah pro Iran yang ikut dilibatkan membantu Rezim Bashar al Assad selama konflik tahun 2011.

Mereka antara lain: Pengawal Revolusi (Iran), Hizbullah (Lebanon), Liwa’ Abul Fadhl Al-Abbas (Iraq), Brigade Dzul Fiqar (Iraq), Katibah Hizbullah (Iraq), Katibah Sayyidus Syuhada’ (Iraq), Pasukan Muhammad Baqir As-Sadr (Iraq), Sayap Militer Organisasi Al-Badr (Iraq), Harakah Hizb Nujaba’Liwa’ Asadullah, Saraya Khurasan,  Liwa’ Fatimiyun dan masih banyak yang lain.

Mengenal 15 Milisi Syiah Yang Dukung Bashar di Suriah

Kantor Berita Turki Anadoly Agency pernah mencatat, sekitar 18.000 milisi Syiah dipercayai berperang di pihak rezim Assad di Suriah sejak pecahnya konflik.

Sekitar 9.000 milisi Syiah ditempatkan di selatan Provinsi Aleppo timur laut Suriah, sementara 5.000 lainnya bertempur di provinsi Damaskus, Daraa dan Quneitra, yang juga dikenal sebagai “front selatan”, demikian sumber Anadolu, Kamis (12/05/2016).*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Vonis Mubarak: Penjara Seumur Hidup dan Bebas

Vonis Mubarak: Penjara Seumur Hidup dan Bebas

Karzai Minta Taliban Dikeluarkan dari Daftar Teroris

Karzai Minta Taliban Dikeluarkan dari Daftar Teroris

Tiongkok Adili Sekte Gereja Tuhan Maha Kuasa

Tiongkok Adili Sekte Gereja Tuhan Maha Kuasa

Siswa Afsel Berpakaian Muslim Boleh Sekolah Lagi

Siswa Afsel Berpakaian Muslim Boleh Sekolah Lagi

Rakyat Makedonia Protes Perubahan Nama Negaranya

Rakyat Makedonia Protes Perubahan Nama Negaranya

Baca Juga

Berita Lainnya