Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Qatar Hapus Sistem Perburuhan Kafala

Bagikan:

Hidayatullah.com—Qatar menghakhiri sistem sponsorship tenaga kerja yang mengharuskan pekerja asing meminta izin majikannya untuk pindah kerja atau meninggalkan negara itu, yang lebih dikenal dengan sebutan “kafala”..

Qatar mengatakan peeraturan kontrak kerja baru yang akan menggantikan sistem kafala memastikan fleksibilitas dan perlindungan.

Qatar mengimpor ratusan ribu tenaga kerja konstruksi asing guna persiapan kompetisi olah raga sepakbola sejagat Piala Dunia 2020.

Qatar mengatakan peraturan baru itu akan mulai diberlakukan hari Selasa (13/12/2016), lapor BBC.

“Perubahan peraturan baru ini, dirangkai dengan penegakan hukum yang terus berlangsung, serta komitmen pada reformasi sistem, tidak hanya di Qatar tetapi juga di negara-negara asal, akan memastikan hak-hak pekerja dihormati di seluruh jalur perburuhan,” kata pemerintah Doha dalam pernyataannya.

Namun, Amnesty Internasional mengatakan kebijakan itu tidak akan menghasilkan perubahan signifikan.

“Peraturan baru ini mungkin menghapus kata ‘sponsorship’ tetapi sistem dasar yang sama dibiarkan melekat,” kata Jamws Lynch dari Amnesty International.

Kelompok-kelompok peduli HAM menggatakan pekerja migran masih perlu persetujuan majikannya jika akan pulang ke negaranya.

Kelompok-kelompok peduli HAM menuding Qatar melakukan perbudakan modern, sebab banyak dari buruh asing meninggal dunia karena kondisi kerja yang buruk.

Awal tahun ini Amnesty International menuding Qatar menggunakan buruh paksa untuk mengebut proyek konstruksi untuk Piala Dunia 2020.

Qatar mengatakan pihaknya “prihatin” dengan tudingan itu dan akan menyelidiki masalah tersebut.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Curi Uang Nasabah Kaya untuk Orang Miskin, Bankir Italia Lolos dari Penjara

Curi Uang Nasabah Kaya untuk Orang Miskin, Bankir Italia Lolos dari Penjara

Pusat Bisnis yang Seluruh Pekerjanya Wanita Dibuka di Riyadh

Pusat Bisnis yang Seluruh Pekerjanya Wanita Dibuka di Riyadh

Aktivis Anti Putin Tinggalkan Rusia Setelah Sakit karena Diracun

Aktivis Anti Putin Tinggalkan Rusia Setelah Sakit karena Diracun

Uber Akan Tangguhkan Akun Pengemudinya yang Positif Coronavirus

Uber Akan Tangguhkan Akun Pengemudinya yang Positif Coronavirus

70.000 Taksi di Beijing Dipasangi Penyadap

70.000 Taksi di Beijing Dipasangi Penyadap

Baca Juga

Berita Lainnya