Rabu, 31 Maret 2021 / 17 Sya'ban 1442 H

Internasional

Konjen RI di Jeddah Ingatkan Mahasiswa agar Beilmu Sebelum Beramal

ISTIMEWA
Konjen RI)Jeddah M. Hery Saripudin berpesan kepada 44 mahasiswa asal Indonesia di Saudi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Jeddah M. Hery Saripudin berpesan kepada 44 mahasiswa asal Indonesia di Saudi agar berbekal ilmu yang cukup sebelum berkiprah di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikannya  kepada perwakilan dari tiga universitas di Arab Saudi pada acara Temu Mahasiswa Makkah-Jeddah dan Audiensi dengan Konjen RI Jeddah yang belangsung  Jumat malam (9/12) di gedung pertemuan istiraha a’ilah yang terletak di perbatasan Kota Suci Mekkah.

“Ulama atau cendekiawan cirinya adalah  berpikir kritis. Saya mengharapkan adik-adik (mahasiswa) berpikir kritis, mempertimbangkan benar atau tidak, salah atau tidak. Jangan berpikiran pada satu dogma, fanatik pada satu aliran saja,” pesan M. Hery Saripudin kepada para mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang berasal dari Universitas Umul Qura Makkah, Universitas Islam Madinah, dan Universitas King Abdulaziz Jeddah.

Konjen  juga memberi semangat kepada mahasiswa agar terus berijtihad.

“Mahasiswa sebagai bagian dari kaum cendekiawan tidak boleh silo-minded  berpikiran sempit. Harus banyak melakukan sharing of thoughts (bertukar pikiran).  Ijtihad walaupun salah akan dapat pahala satu. Apalagi  benar, maka berpahala-pahala kita dapat, daripada tidak berijtihad sama sekali,” demikian Konjen menyitir sebuah Hadits.

Ijtihad dalam agama Islam merupakan tindakan  mencurahkan segenap tenaga dan pikiran secara bersungguh-sungguh untuk menetapkan suatu hukum.

Konjen Hery juga berpesan agar mahasiwa menaati hukum negara setempat, prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat.

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.”

Sementara itu, Dr. Fahmi Islam Jiwanto yang hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mendorong mahasiswa agar membuka komunikasi guna memperkuat persatuan antar sesama mahasiswa Indonesia di Arab Saudi.

“Carilah tempat-tempat berkumpulnya orang-orang shaleh seperti kampus dan masjid. Jangan sampai pergi jauh-jauh datang ke tempat yang mulia ini (Makkah dan Madinah), pulang (ke Tanah Air) membawa masalah,” ujar dosen Universitas Imam Muhammad bin Saud  yang ditugaskan sebagai penerjemah di Masjidil Haram, Makkah.

Selain itu, dia juga mengingatkan  mahasiswa  agar  tidak membawa masalah khilafiah (perbedaah pendapat dalam hukum Islam)  ke khalayak umum, apalagi menyebarkannya di media sosial, kecuali ke tengah-tengah masyarakat yang berpendidikan.

Menurut mantan dosen Lipia Jakarta ini,  agama Islam itu adalah suatu sistem atau sirkuit. “Satu ayat melengkapi ayat lainnya dan tidak berdiri sendiri atau terpisah dari ayat lainnya. Jangan sampai satu ayat dibawa ke mana, yang lain dibawa ke mana.”

Pria lulusan S1 Madinah, S2 Yaman dan S3 Maroko ini mengajak mahasiswa agar menyadari bahwa Indonesia adalah negara kaya, baik sumber daya alam maupun  sumber daya manusianya. Oleh karena itu negara lain akan merasa senang  kalau bangsanya meributkan perbedaan karena mereka ingin merebut kekayaan negaranya.

“Janganlah masalah-masalah yang terjadi di negeri orang dibawa-bawa ke negara kita,” pungkasnya.

Selain Konjen RI, hadir pula dari KJRI Jeddah Pelaksana Fungsi Konsuler-II¸ Ahmad Sayfuddin, yang turut menjadi narasumber seputar konsultasi publik, Pelaksana Fungsi Pensosbud-I dan II, Muhammad Sukarno dan Syarif Shahabudin.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Shalat Idul Adha 1436 H di Kairo Hari Kamis Dimulai Pukul 6:09 Pagi

Shalat Idul Adha 1436 H di Kairo Hari Kamis Dimulai Pukul 6:09 Pagi

Mahathir Muhammad: Bank Islam Sejahterakan Muslim

Mahathir Muhammad: Bank Islam Sejahterakan Muslim

Kantor Kepresidenan Bantah Abbas Mundur

Kantor Kepresidenan Bantah Abbas Mundur

Ras amerika

Para Wanita Tahanan Imigrasi di Georgia AS Diambil Rahimnya

Sejumlah Menteri Era Mubarak Ditangkap

Sejumlah Menteri Era Mubarak Ditangkap

Baca Juga

Berita Lainnya