Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Sering Hadiri Kampanye Donald Trump, Berakhir menjadi Muslim

Lisa A. Shanklin, menulis kisahnya di sebuah postingan Facebook setelah mengikuti kampanye Donald Trump
Bagikan:

Hidayatullah.com–Berkali-kali, kita semakin menyadari bahwa Allah merupakan perencana yang paling hebat. Donald Trump dan pendukungnya selama setahun terakhir telah menyebarkan sentimen Islamophobia di media massa, tetapi apa yang tidak pernah mereka bayangkan ialah seorang warga Amerika, yang menghadiri kampanye Trump, akan menuntunnya pada Islam.

Lisa A. Shanklin menulis kisahnya di sebuah postingan Facebook, pada hari Donald Trump menjadi presiden, dan posting itu menjadi viral bagaima kisah ini  mendorongnya untuk membaca al-Quran.

“Retorika kebencian Trump lah yang setahun lalu mendorongku untuk mengambil al-Quran (Aku tidak membacanya sejak pelajaran perbandingan agama di universitas) dan mempelajarinya secara tertutup,” kata Lisa dikutip laman Muslimcouncil.org.hk, Jumat (11/11/2016).

Selain itu, mengenal dan mendengar para Muslim merupakan kunci kedua.

“Ini membuatku mulai berinteraksi dengan Muslim, dan akhirnya memeluk Islam karena kemauanku sendiri. Untuk itu aku sangat bersyukur.”

Sebagai seorang Muslimah, dia tidak akan menghindar dari kewajibannya menggenakan Hijab, sebaliknya dia dengan bangga akan memperlihatkan keislamannya.

“Aku telah memutuskan bahwa pada Hari Pelantikan (Presiden AS) pada 20 Januari, 2017; aku akan mulai menggenakan hijab di tempat umum setiap saat.”

“Aku dengan Bangga akan menggenakan hijab dan aku akan memanggil orang-orang keluar dari bigotri mereka tentang segala hal yang bersifat pribadi dan umum!”

Kisah inspiratif seperti itu dapat ditemukan di setiap peristiwa yang dianggap buruk. Iya, retorika Islamophobia terus menghantui kita semua, tetapi ketahuilah terdapat cahaya yang bersinar di setiapnya. Semoga Allah terus memberi petunjuk pada mereka yang sungguh-sungguh mencari kebenaran.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Korban Aksi Pelecehan Seks Pastor di Gereja Cile Buka Suara

Korban Aksi Pelecehan Seks Pastor di Gereja Cile Buka Suara

5 Jam Perhari, “Jeda Kemanusiaan” Diterapkan di Ghuthah Mulai 27 Februari

5 Jam Perhari, “Jeda Kemanusiaan” Diterapkan di Ghuthah Mulai 27 Februari

Petir Tewaskan 9 Orang Jemaat Gereja Mozambique

Petir Tewaskan 9 Orang Jemaat Gereja Mozambique

Majalah AS: Putin Berbohong Tentang Penarikan Militernya dari Suriah

Majalah AS: Putin Berbohong Tentang Penarikan Militernya dari Suriah

PBB Galang Dana untuk Nigeria

PBB Galang Dana untuk Nigeria

Baca Juga

Berita Lainnya