Kamis, 4 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Internasional

Syeikh Ibrahim Ar-Ruhaili: Jihad Adalah Syariat, Tapi Punya Ketentuan

Guru Besar Aqidah di Universitas Islam Madinah (UIM) Syeikh Dr. Ibrahim Amir ar-Ruhaili yang juga pengajar tetap di Masjid Nabawi
Bagikan:

Hidayatullah.com- Guru Besar Aqidah di Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga pengajar tetap di Masjid Nabawi, Syeikh Dr. Ibrahim Amir ar-Ruhaili mengatakan bahwa jihad melawan kekufuran adalah syariat yang kekal sampai akhir zaman, hanya saja jihad memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan saat menjelaskan kitab Fathurrahim al-Malik al-Allam karya Syeikh Abdurrahman Nashir as-Sa’di pada pengajian ba’da Maghrib di Masjid Nabawi, Kamis (20/10/2016) kemarin.

“Jihad melawan kekufuran adalah syariat yang kekal sampai akhir zaman, jihad adalah perintah Allah, dan kita diperintahkan untuk selalu mempersiapkan diri dalam menghadapi musuh-musuh-Nya,” jelas Syeikh Ibrahim.

“Selanjutnya, perlu diperhatikan bahwa jihad adalah ibadah yang agung, bahkan dia puncak dari ibadah. Amal yang agung ini memiliki syarat dan ketentuan, ada fiqihnya yang harus dipelajari dan dijalankan, tidak bergerak begitu saja,” lanjutnya.

Menurut Syeikh Ibrahim, komando jihad harus bersumber dari pemimpin, khususnya pemimpin negara untuk zaman ini. Tidak bersumber dari masing-masing individu atau kelompok tertentu. Tidak dikatakan jihad kalau bergerak sendiri-sendiri.

“Komando jihad keluar dari musyawarah panjang Ahlul Halli wal Aqdi. Mereka akan melihat maslahat dan mudharat lebih jauh, melihat kekuatan diri dan musuh serta banyak hal lainnya. Hanya hasil musyawarah merekalah yang menjadi komando kita bergerak, kalau diperintahkan keluar maka kita wajib keluar, tapi kalau diminta untuk bersabar maka kita wajib menahan diri,” terangnya.

Pandangan Dunia Terhadap Konsep Jihad

Di akhir pembahasan, Syeikh Ibrahim mengajak umat Islam khususnya para pemuda untuk mempelajari fiqih jihad dengan kajian yang benar dan mendalam, tentunya setelah mempelajari dan menguasai hukum-hukum yang lebih mudah dan mendasar dalam Islam.

“Hal yang menyedihkan bila pemuda Islam belum menguasai bab Thaharah dan belum bersuci dengan baik dan benar, kemudian dia berani mengkafirkan fulan dan fulan, lalu menulis surat kepada orang tuanya, “Saya keluar berjihad, sampai ketemu di Surga,” ini sangat berbahaya, dia bisa diperalat oleh musuh untuk menghancurkan negerinya sendiri, kemudian musuh tersebut masuk dengan mudahnya ke negeri Islam. Wallahu al-Musta’an,” pungkasnya.*/M Dienul Haq (Madinah)

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

AS Pindahkan Pesawatnya dari Pakistan

AS Pindahkan Pesawatnya dari Pakistan

Rakyat Iraq Tuntut Penarikan Pasukan Amerika

Rakyat Iraq Tuntut Penarikan Pasukan Amerika

Selama Pandemi Jumlah Anak yang Ditangkap dengan Tuduhan Terorisme Meningkat di Inggris

Selama Pandemi Jumlah Anak yang Ditangkap dengan Tuduhan Terorisme Meningkat di Inggris

Ahmadinejad: Amerika Rekayasa Tuduhan Rencana Pembunuhan Dubes Saudi

Ahmadinejad: Amerika Rekayasa Tuduhan Rencana Pembunuhan Dubes Saudi

Produksi Film Porno Anak Usia 5 Tahun, Seorang Pedofil asal AS Dihukum 600 Tahun

Produksi Film Porno Anak Usia 5 Tahun, Seorang Pedofil asal AS Dihukum 600 Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya