Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Bilang “InsyaAllah” Pria Muslim Diusir dari Pesawat

Khairuldeen Makhzoomi diusir dari pesawat karena mengucapkan kata 'Insya Allah"
Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang penumpang Muslim bernama Khairuldeen Makhzoomi diperintahkan keluar dari pesawat Southwest Airlines karena mengucapkan Insyaallah di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Khairuldeen Makhzoomi  diperintahkan keluar dari pesawat Southwest Airlines karena berbicara bahasa Arab dan mengucapkan insya-Allah saat sedang berbicara di telepon genggamnya.

Menurut laporan laman PressTV, pria berusia 26 ini merupakan lulusan Universitas Berkeley berada dalam pesawat itu di Bandara Internasional Los Angeles untuk ke Oakland saat seorang penumpang terdengar dia berbicara menggunakan bahasa Arab.

Ketika itu, Khairuldeen berada di tempat duduknya dan sedang chatting melalui ponsel dengan pamannya di Baghdad, Iraq.

Dia mengakhiri percakapan itu dengan mengucapkan insya-Allah dan menyadari seorang wanita memandangnya namun menganggap penumpang itu merasa tidak senang karena dia berbicara kuat.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Khairuldeen melihat seorang penumpang perempuan menatapnya. Awalnya dia mengira perempuan itu terganggu karena dia berbicara terlalu keras.

“Lalu seorang pria datang bersama seorang polisi beberapa menit kemudian, dan saya tak habis pikir begitu cepat mereka muncul dan meminta saya turun dari pesawat,” kata Khairuldeen kepada CNN.

Namun dalam waktu dua menit, seorang pria tiba bersama polisi dan mengarahkannya meninggalkan pesawat itu.

Seorang agen keamanan mengiringi Khairuldeen keluar dan bertanya alasan dia berbicara menggunakan bahasa Arab dalam ‘situasi politik sekarang’.

“Kamu harus jujur dengan kami tentang apa yang kamu katakan tadi, ” kata agen bersangkutan.

Menurut Khairuldeen kepada The Independent, beberapa anjing turut dibawa untuk memeriksa tubuh dan bagasinya selain dompetnya juga dirampas.

“AS adalah negara bebas, penduduknya menghormati peraturan dan undang-undang. Bagaimana mereka bisa mempermalukan orang lain seperti ini. Ini benar-benar mengejutkan, “katanya.

Perusahaan penerbangan itu juga tidak mengizinkan Khairuldeen naik kembali pesawat berkenaan menyebabkan dia terpaksa memesan tiket dengan Delta Air Lines.

Juru bicara Southwest Airlines, Brandy King kepada The Independent mengatakan, Khairuldeen diselidiki setelah dia membuat pernyataan yang berpotensi untuk mengancam keamanan.

Khairuldeen yang datang ke AS pada 2010 dengan status pengungsi bersama kakak perempuannya itu akhirnya tetap tak bisa terbang ke Oakland.

Maskapai Southwest Airlines mengembalikan uang tiketnya. Kahiruldeen mengatakan, pasca-peristiwa itu dia masih merasa terkejut hingga kesulitan tidur selama beberapa hari. Dia kemudian menghubungi manajemen Southwest Airlines setelah hingga 6 April tak memberikan permintaan maaf.

Karena Pakai Jilbab dan Sebut Allah, Suami Istri Diusir dari Pesawat

Rabu lalu, Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) mengajukan keluhan kepada pejabat transportasi federal menuntut penyelidikan penuh terhadap insiden itu.

Amerika mengaku sebagai kampiun demokrasi, namun banyak kaum Muslim justru mendapatkan diskriminasi atas keyakinannya.

Sebelum ini, pasangan Faisal dan Nazia Ali,  diusir keluar pesawat oleh awal Delta Airlines dalam perjalanan ke Paris karena ada penumpang merasa kurang senang dengan keduanya.

Menurut sang pelapor, dia rasa kurang senang dengan jilbab yang dipakai Nazia dan tindakan pasangan Muslim tersebut hanya karena menyebut kata Allah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Erdogan Ucapkan Selamat atas Bebasnya Ahed Tamimi

Erdogan Ucapkan Selamat atas Bebasnya Ahed Tamimi

Mutu Sekolah Islam di Belanda Makin Meningkat

Mutu Sekolah Islam di Belanda Makin Meningkat

Arab Saudi Gelontorkan 75 Juta USD untuk Bantu Pengungsi Suriah

Arab Saudi Gelontorkan 75 Juta USD untuk Bantu Pengungsi Suriah

Jerman Perpanjang Misinya di Iraq Sampai 2019

Jerman Perpanjang Misinya di Iraq Sampai 2019

Pengacara Pembela Penjahat Perang Slobodan Milosevic Ditembak Mati

Pengacara Pembela Penjahat Perang Slobodan Milosevic Ditembak Mati

Baca Juga

Berita Lainnya