Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Hillary Clinton Didiagnosa Pneumonia, Donald Trump Janji Rilis Catatan Medisnya

Bagikan:

Hidayatullah.com—Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton jatuh sakit saat menghadiri peringatan 9/11 di New York hari Ahad (11/9/2016) dan diketahui mengidap pneumonia (radang paru-paru), sehingga terpaksa membatalkan sejumlah agenda kampanyenya. Menyusul kejadian itu capres Partai Republik berjanji akan merilis catatan medisnya.

Trump mengatakan kesehatan sekarang menjadi “sebuah isu” dalam kampanye pemilu.

Clinton nyaris pingsan saat menghadiri peringatan 9/11 dan terpaksa membatalkan agenda kampanye ke California.

Istri bekas presiden AS Bill Cinton itu juga mengatakan akan merilis catatan medisnya guna mengurangi kekhawatiran publik mengenai kondisi kesehatannya, kata seorang juru bicara kampanyenya.

“Tidak ada kondisi lain yang tidak diungkapkan. Sejauh ini hanya pneumonia,” kata Brian Fallon kepada stasiun televisi MSNBC seperti dilansir lapor BBC Senin (12/9/2016).

Dalam beberapa hari ke depan Clinton kemungkinan sudah akan kembali berkampanye, imbuhnya.

Trump, yang berharap Clinton lekas pulih, mengatakan akan merilis hasil pemeriksaan kesehatannya yang dilakukan pekan lalu.

“Saya berharap hasilnya bagus. Saya kira akan bagus. Saya merasa sehat,” kata Trump kepada Fox News.

Donald Trump, 70, dan Hillary Clinton, 68, termasuk calon-calon presiden paling tua dalam sejarah Amerika Serikat.

Sejauh ini Trump hanya merilis nota, di mana dokternya menyatakan dia akan menjadi calon presiden “tersehat yang pernah dipilih untuk menjadi presiden.”

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa “sepenuhnya sah” jika rakyat Amerika ingin mengetahui kondisi kesehatan presidennya. Akan tetapi, sedetil apa yang akan diungkap ke publik hal itu tergantung masing-masing capres.

Setelah dibawa ke rumah putrinya di New York, menyusul kondisi fisik Hillary Clinton yang menurun saat menghadiri peringatan 9/11, tim kampanye Hillary Clinton mengatakan capres mereka itu hanya mengalami “kepanasan”.

Namun, terungkap kemudian bahwa para dokter pada hari Jumat mendiagnosa Hillary Clinton menderita pneumonia, radang paru-paru yang juga dikenal publik dengan paru-paru basah.

Bekas kepala tim kampanye Barack Obama David Axelrod menyindir kondisi calon presiden AS itu di Twitter. “Antibiotik bisa mengatasi pneumonia. Apa obatnya untuk seorang [kandidat] yang tidak sehat yang senang berkoar soal privasi dan berulang kali membuat masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi?”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Nigeria Perlu Tambahan 100.000 Lebih Prajurit untuk Kalahkan Boko Haram

Nigeria Perlu Tambahan 100.000 Lebih Prajurit untuk Kalahkan Boko Haram

Ngaku Atheis, Tapi Masih Butuh Rumah Ibadah

Ngaku Atheis, Tapi Masih Butuh Rumah Ibadah

Kamp Pengungsi Moira Terbakar Ribuan Migran Kocar-Kacir

Kamp Pengungsi Moira Terbakar Ribuan Migran Kocar-Kacir

Rusia dan Prancis Dukung Peningkatan Status Palestina

Rusia dan Prancis Dukung Peningkatan Status Palestina

Kenya Bekukan Aset “Penyandang Dana” Al-Shabab

Kenya Bekukan Aset “Penyandang Dana” Al-Shabab

Baca Juga

Berita Lainnya