Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Internasional

Menolak Melayani Muslimah Berjilbab, Penata Rambut Norwegia Ini Disidang

Merete Hodne (kiri) dan Malika Bayan (kanan).
Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang penata rambut di Norwegia harus menjalani persidangan di pengadilan karena menolak melayani seorang klien Muslim yang mengenakan hijab.

Dilansir Euronews Kamis (8/9/2016), Merete Hodne terancam penjara 6 bulan setelah menyuruh keluar Malika Bayan dari salonnya.

Wanita penata rambut itu menolak membayar denda karena melakukan diskriminasi agama, yang artinya kasus tersebut otomatis masuk ke pengadilan.

Di dalam persidangan Hodne mengatakan bahwa dia melihat hijab sebagai simbol politik yang mewakili ideologi yang menimbulkan ketakutan pada dirinya, dan bukan sebagai simbol relijius.

Perkara itu merupakan kasus pertama yang masuk ke pengadilan di Norwegia berkaitan dengan tudung kepala alias jilbab.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pasukan Iraq Akan Kepung Kota Tua, Mosul

Pasukan Iraq Akan Kepung Kota Tua, Mosul

Sheikh Tantawi Tolak Serangan ke Iraq

Sheikh Tantawi Tolak Serangan ke Iraq

Hadiah Natal Kejutan, Tunawisma Paris Bawa Pergi Uang Temuan €300.000

Hadiah Natal Kejutan, Tunawisma Paris Bawa Pergi Uang Temuan €300.000

Pakar: Deradikalisasi di Penjara Kecil Berhasil

Pakar: Deradikalisasi di Penjara Kecil Berhasil

Hotel dan Restoran di Kyrgyzstan Jadi Tempat Perawatan Covid-19

Hotel dan Restoran di Kyrgyzstan Jadi Tempat Perawatan Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya