Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Menolak Melayani Muslimah Berjilbab, Penata Rambut Norwegia Ini Disidang

Merete Hodne (kiri) dan Malika Bayan (kanan).
Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang penata rambut di Norwegia harus menjalani persidangan di pengadilan karena menolak melayani seorang klien Muslim yang mengenakan hijab.

Dilansir Euronews Kamis (8/9/2016), Merete Hodne terancam penjara 6 bulan setelah menyuruh keluar Malika Bayan dari salonnya.

Wanita penata rambut itu menolak membayar denda karena melakukan diskriminasi agama, yang artinya kasus tersebut otomatis masuk ke pengadilan.

Di dalam persidangan Hodne mengatakan bahwa dia melihat hijab sebagai simbol politik yang mewakili ideologi yang menimbulkan ketakutan pada dirinya, dan bukan sebagai simbol relijius.

Perkara itu merupakan kasus pertama yang masuk ke pengadilan di Norwegia berkaitan dengan tudung kepala alias jilbab.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Amnesti Internasional: Aung San Suu Kyi ‘Benamkan Kepalanya di Pasir’

Amnesti Internasional: Aung San Suu Kyi ‘Benamkan Kepalanya di Pasir’

Imam Masjid Al-Khair Distrik Kandara Jeddah Meninggal karena Ditabrak

Imam Masjid Al-Khair Distrik Kandara Jeddah Meninggal karena Ditabrak

Kaduna Nigeria Setuju Terpidana Pemerkosa Dikebiri

Kaduna Nigeria Setuju Terpidana Pemerkosa Dikebiri

Malaysia Berencana Gabung Arab Saudi Lawan Pemberontak Al Hautsi di Yaman

Malaysia Berencana Gabung Arab Saudi Lawan Pemberontak Al Hautsi di Yaman

Dilempar ke Kepala PM Australia Telur Tak Pecah

Dilempar ke Kepala PM Australia Telur Tak Pecah

Baca Juga

Berita Lainnya