Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Pengadilan Prancis Akhirnya Tangguhkan Larangan Burkini

Wanita Muslim dengan burkini nya
Bagikan:

Hidayatullah.com—Setelah banyak mengalami penentangan, Pengadilan Administratif Tertinggi Prancis akhirnya menangguhkan larangan memakai burkini (baju renang yang biasa digunakan muslimah)  pada Jumat, 27 Agustus 2016.

Dalam keputusannya, Pengadilan Tertinggi Prancis  mengharapkan 30 kota di Prancis tak lagi melarang pemakaian burkini/burqini.

Keputusan pengadilan itu menyebutkan larangan tersebut “Benar-benar dan jelas secara ilegal melanggar kebebasan fundamental untuk datang dan pergi, kebebasan berkeyakinan dan individu,” kutip AFP.

Pihak pengadilan mengatakan otoritas lokal hanya bisa membatasi kebebasan individu mengenakan pakaian renang Muslim di pantai jika “tebukti” menggangu ketertiban umum. Para hakim mengatakan tidak ada risiko yang terjadi sebelum pengadilan fokus pada kasus di Villeneuve-Loubet, sebuah resor di Cote d’Azur antara Nice dan Cannes.

Kelompok The French Council of the Muslim Faith (CFCM) memuji keputusan itu sebagai “Kemenangan bagi akal sehat”

Dikutip BBC, pihak pengadilan mengaku akan membuat keputusan final terhadap legalitas larangan burkini.

Sementara seorang pengacara yang berada di luar pengadilan mengatakan orang-orang yang telah didenda karena dianggap melanggar larangan penggunaan burkini, dapat mengambil kembali uang mereka.

Kebijakan pelarangan burkini telah memicu debat yang sengit di Prancis dan seluruh dunia minggu-minggu ini.

Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Prancis mendukung larangan. Berdasarkan survei Ifop, sebanyak 64% warga Prancis mendukung larangan tersebut, sedangkan 30% tidak peduli.

Disebutkan oleh para wali kota sebagai upaya untuk melindungi kepentingan publik dan nilai sekularisme Prancis. Tetapi, Muslim mengatakan mereka secara tidak adil telah menjadi target keputusan ini.

Dianggap Tak Hormati Sekularisme, Prancis Larang Burkini

Kontroversi meningkat di Prancis setelah ada foto-foto aparat polisi  bersenjata lengkap mendekati seorang perempuan Muslim dan memaksanya melepas burkini di Pantai Nice. Tindakan polisi yang terekam jelas dalam gambar dan video menjadi viral dan kemarahan dunia, tulis AFP.

Nice adalah satu dari 15 kota di Prancis yang melarang penggunaan burkini, dengan dalil merespons timbulnya kekhawatiran terhadap aksi teror yang terjadi di negara itu.

Standar Ganda Eropa: Burkini Dilarang, Baju Biarawati Bebas

Foto insiden tersebut lantas menyebar di media sosial, memicu kontroversi sengit dan penolakan dimana-mana.

Baru-baru ini, seorang ibu bernama Siam juga didenda 10 euro atau sekitar Rp150 ribu walaupun ia bersikeras bahwa dirinya tidak mengenakan burkini, melainkan baju tunik, legging, dan jilbab.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengadilan Jerman Penjarakan 10 Anggota Kelompok Komunis Turki

Pengadilan Jerman Penjarakan 10 Anggota Kelompok Komunis Turki

Abu Dhabi Panggil Dubes Qatar Soal Yusuf Al-Qaradhawi

Abu Dhabi Panggil Dubes Qatar Soal Yusuf Al-Qaradhawi

NZ Impor Kulit Manusia untuk Korban Letusan Gunung White Island

NZ Impor Kulit Manusia untuk Korban Letusan Gunung White Island

Pesawat Pengintai NATO Jatuh di Tangan Taliban

Pesawat Pengintai NATO Jatuh di Tangan Taliban

Istri Presiden Suriah Terancam Tak Bisa Shopping ke Eropa

Istri Presiden Suriah Terancam Tak Bisa Shopping ke Eropa

Baca Juga

Berita Lainnya