Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Borong Banyak Medali di Korsel, Murid Madrasah Harumkan Nama Indonesia

Laily
Murid madrasah sabet banyak medali pada International Youth Robot Competition 2016 di Korsel.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sejumlah murid madrasah menunjukkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.

Di antaranya Syahrozad Zalfa Nadia, 10 tahun. Murid Madrasah Pembangunan UIN Jakarta ini mencatat prestasi pada kompetisi robot dunia bagi pemuda di Korea Selatan (Korsel), baru-baru ini.

Tidak tanggung-tanggung, bocah cantik yang biasa dipanggil Ocha ini menyabet 4 medali pada International Youth Robot Competition (IYRC). Kompetisi digelar pada 11-14 Agustus 2016.

Keempat medali itu adalah Gold Medal Coding Mission, Excellence Award Steam Mission, Excellence Award Creatif Design A, dan Bronze Medal Creatif Design B.

Penanggung Jawab Klub Robotik madrasah tersebut, Himmatul Laily Waisnaini, mengatakan, sukses Ocha tak lepas dari kemampuannya menyelesaikan tantangan yang diberikan dalam waktu sangat cepat.

Ocha, murid kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini, bisa menyelesaikan Track Coding Mission dalam waktu singkat.

“Hanya butuh waktu sepuluh detik,” ujar Laily yang juga mendampingi Ocha selama perlombaan, dikutip laman kemenag.go.id, Senin (15/08/2016).

Selain itu, tim robotika senior Madrasah Pembangunan yang digawangi Azka Hafizh juga menyabet medali perak dalam kategori Coding Mission.

Sementara dalam kategori grup, tim robotika madrasah tersebut memperoleh Bronze Medal dan Excellence Award dalam kategori robot kreatif.

“Tema yang diusung dalam robot kreatif adalah Mesin Cap Batik Otomatis,” papar Laily. Tim Mesin Batik otomatis ini terdiri dari Ocha (MI/SD), Azka Hafizh (MTs/SMP), dan Andi Faiz Naufal Zain (MTs/SMP).

Kompak

Dewan juri menilai mereka mampu bekerja secara tim dan menunjukkan kekompakan. “Kerja tim kreatif sangat kompak, memadukan unsur nilai budaya bangsa dan teknologi robot,” ujar Laily.

Sebagai wali murid, ia berterima kasih kepada para pendidik dan pembina madrasah tersebut.

Ia merasa, pilihannya memercayakan pendidikan anak-anaknya di madrasah sudah tepat. Ia meyakini murid madrasah saat ini juga berkesempatan yang sama bahkan lebih dalam berprestasi.

“Selain belajar pelajaran umum dan agama, di madrasah anak-anak saya juga belajar sains dan teknologi,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Guru di New Zealand Mogok Massal Minta Naik Gaji

Guru di New Zealand Mogok Massal Minta Naik Gaji

Partai Sekuler Mesir akan “Hadang” Hukum Islam

Partai Sekuler Mesir akan “Hadang” Hukum Islam

Barat Gunakan Agama Kristen untuk Menggerogoti China

Barat Gunakan Agama Kristen untuk Menggerogoti China

Uni Eropa Perketat Aturan Pekerja Asing

Uni Eropa Perketat Aturan Pekerja Asing

Tersangka Sebut Ayah Aylan Kurdi Juga Penyelundup Manusia

Tersangka Sebut Ayah Aylan Kurdi Juga Penyelundup Manusia

Baca Juga

Berita Lainnya