Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Perdana Menteri Prancis Ikut Larang Burkini, 10 Wanita Muslim Ditahan

Wanita Muslim dengan burkini nya
Bagikan:

Hidayatullah.com—Tidak kurang sepuluh wanita Muslimah pengguna Burkini di pantai ditahan polisi di Chanes, selatan Kota Prancis dalam waktu tiga minggu setelah ia menerapkan larangan sementara atas pakaian renang lengkap itu, kata pemerintah setempat.

Menurut mereka,  pemakaian Burkini termasuk melanggar hukum sekularisme Prancis, dan Cannes adalah satu dari tiga kota di negara itu yang melarang pemakaian baju renang menutupi semua tubuh wanita di tengah-tengah ketegangan terhadap masyarakat Islam pasca serangan di Nice, yang menewaskan 85 orang  14 Juli 2016 lalu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls juga ikut mendukung sejumlah larangan yang dikeluarkan di beberapa wilayah di negaranya terkait pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh (Burkini), yang populer pada wanita Muslim.

Dianggap Tak Hormati Sekularisme, Prancis Larang Burkini

Dalam sebuah wawancara dengan koran Prancis, “La Provence” sebagaimana dikutip BBC, Valls mengatakan pemakaian Burkini tidak sejalan dengan nilai-nilai (sekularisme) Prancis.

Vall mengatakan menyatakannya pakaian itu (Burkini) merupakan sebuah proyek politik yang terus-menerus merendahkan wanita.

Tetapi, Valls melanjutkan, pelarangan Burkini pada tujuh kota pantai Prancis bukanlah jalan keluar untuk mengatasi serangkaian serangan kelompok jihadis Islam yang terjadi di Prancis dalam beberapa bulan terakhir.

Tindakan ini memicu perdebatan publik dan memicu Islamofobia.  Conseil d’Etat, mahkamah administrasi tertinggi Prancis, akan memutuskan keabsahan larangan Burkini dalam beberapa hari lagi, demikian kutip BBC.

Burkini atau burqini adalah bikini yang dirancang  Aheeda Zanetti keturunan Lebanon-Australia, berupa baju menutupi bagian tubuh yang disebut sebagai aurat, namun memungkinkan digunakan berenang kalangan Muslimah saat berada di pantai.

Seorang juru bicara dewan kota Cannes mengatakan hari ini, sejak larangan Burkini diberlakukan 28 Juli lalu, 10 wanita memakai Burkini ditahan polisi. Enam di meninggalkan daerah pantai sedangkan empat lagi didenda 38 euro, demikian kutip Reuters.

Menariknya, sebelumnya, Wali Kota Cannes,  David Lisnard  Prancis selatan, yang menerbitkan larangan pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh ini beralasan, laranagan dikarena munculnya kekhawatiran dari masyarakat Prancis  dan menuduh pakaian ini  memperlihatkan pemihakan keagamaan “secara terang-terangan” serta tak menghormati sekularisme.

Sementara di saat yang sama, warga Prancis dan Eropa yang menjadi tamu di Negeri-negeri Muslim tak berusaha menghormati budaya dan agama setempat.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Rakyat Pakistan Protes Pembebasan Agen CIA

Rakyat Pakistan Protes Pembebasan Agen CIA

10 Tahun berdirinya tembok Apartheid Israel di Palestina

10 Tahun berdirinya tembok Apartheid Israel di Palestina

60 Militan Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan Saudi

60 Militan Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan Saudi

Muat Ujaran Kebencian, Asosiasi Masjid Belanda Tuntut Geert Wilders

Muat Ujaran Kebencian, Asosiasi Masjid Belanda Tuntut Geert Wilders

Coronavirus: Pelajar Prancis Bisa Dirumahkan Sampai 4 Mei

Coronavirus: Pelajar Prancis Bisa Dirumahkan Sampai 4 Mei

Baca Juga

Berita Lainnya