Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Donald Trump Sebut Hillary ‘Iblis’, Tokoh Republik Mengecam

Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump menyebut pesaingnya Hillary Clinton, kandidat presiden dari Partai Demokrat, sebagai ‘iblis’.

Trump merendahkan pemerintahan Presiden Barack Obama sebagai sebuah “bencana” setelah presiden Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa Trump tidak cocok menjadi penggantinya.

“Dia lemah, dia tidak berguna,” kata calon presiden Partai Republik, Donald Trump menanggapi pernyataan Obama dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Selasa (02/08/2018) sebagaimana dikutip BBC.

Trump mengatakan hal itu ketika menyerang senator Partai Demokrat, Bernie Sanders, yang telah mendukung pencalonan Clinton. Sanders semula adalah pesaing Clinton dalam memperebutkan kandidat capres Partai Demokrat

Berpidato di sebuah sekolah menengah di Pennsylvania, Trump menyerang Bernie Sanders yang disebutnya bekerjasama dengan iblis.

“Dia telah membuat perjanjian dengan setan,” kata Trump. “Dia adalah iblis.”

Obama: Donald Trump Tak Pantas jadi Presiden Amerika

Pendukung Partai Demokrat dan Republik sama-sama mengutuk pernyataan Trump yang mengejek ibu seorang tentara AS beragama Islam yang tewas di Iraq.

Tokoh senior Partai Republik dan mantan calon presiden AS, John McCain, juga mengecam Donald Trump karena pernyataannya tersebut.

Image copyright Reuters Image caption Bernie Sanders semula adalah pesaing Clinton dalam memperebutkan kandidat capres Partai Demokrat

“Saya sungguh berharap rakyat Amerika memahami bahwa pernyataan seperti itu tak mewakili pandangan Partai Republik,” tegasnya.

Banjir kecaman

Presiden Obama juga mengecam Trump atas pernyataannya tersebut.

Orang tua Humayun Khan, Khizr Khan dan istrinya, pekan lalu berpidato di konvensi nasional Partai Demokrat dan mengkritik Trump yang dia katakan “tak pernah berkorban demi negara Amerika”.

Menanggapi kritik ini, Trump mengatakan bahwa “dirinya sudah banyak berkorban” dengan menciptakan lapangan kerja.

Tapi ia juga “mengejek” istri Khan, yang berdiri diam di samping suaminya saat Khan berpidato.

“Jika Anda melihat istrinya, dia berdiri di sana,” kata Trump.

“Dia tidak punya bahan apa pun untuk dikatakan … mungkin dia tidak diizinkan untuk punya bahan pembicaraan. Coba Anda kasih tahu saya.”

Orang tua tentara Muslim tersebut, Khizr Khan, kepada BBC mengatakan sudah saatnya untuk berdiri melawan Trump.

Khan mengatakan Trump menghina kaum perempuan, para hakim, dan bahkan anggota Republik.

Tindakan Trump, kata Khan, tak bisa didiamkan.

Sementara itu, Mantan calon presiden Amerika Serikat, John McCain, yang juga  tokoh senior Republik ikut  mengecam Donald Trump karena menyerang orang tua Humayun Khan, tentara Muslim Amerika yang tewas saat bertugas di Iraq.

Donald Trump Ejek Ibu Tentara Muslim AS yang Tewas

Senator McCain, yang dikenal sebagai veteran Perang Vietnam, menyebut Trump, calon presiden dari Republik, tak berhak untuk mencemarkan atau menghina warga terbaik di Amerika.

“Saya sangat tidak setuju dengan pernyataan Trump,” kata McCain dalam satu pernyataan.

“Saya sungguh berharap rakyat Amerika memahami bahwa pernyataan seperti itu tak mewakili pandangan Partai Republik,” tegasnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pemberontak Houthi Bebankan Pajak pada Rakyat Yaman

Pemberontak Houthi Bebankan Pajak pada Rakyat Yaman

Agen Yahudi Pilihan AS Telah Bekerja di Baghdad

Agen Yahudi Pilihan AS Telah Bekerja di Baghdad

Polisi Inggris Menangkap Pelaku Pemukulan atas Politisi Pro-Palestina George Galloway

Polisi Inggris Menangkap Pelaku Pemukulan atas Politisi Pro-Palestina George Galloway

Saksi: Bos Narkoba El Chapo Suap Presiden Meksiko Pena Nieto

Saksi: Bos Narkoba El Chapo Suap Presiden Meksiko Pena Nieto

Kiswah Baru Diserahkan ke Keluarga Syaibah

Kiswah Baru Diserahkan ke Keluarga Syaibah

Baca Juga

Berita Lainnya