Menhan Iraq: Pemimpin ISIS dan Keluarganya Meninggalkan Mosul

Sebagian tokoh ISIS dan keluarganya diperkirakan menyusup ke wilayah otonomi Kurdi Iraq, yang berada di sebelah utara dan timur Mosul.

Menhan Iraq: Pemimpin ISIS dan Keluarganya Meninggalkan Mosul
Getty Images
Warga Mosul, Iraq, berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggalnya.

Terkait

Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Iraq Khald Al-Obeidi mengatakan bahwa para pemimpin kelompok ISIS alias ISIL alias Daesh dan keluarganya telah menjual harta benda milik mereka dan melarikan diri dari Mosul, seiring mendekatnya pasukan Iraq ke kota di bagian utara negeri itu.

Pasukan Iraq memulai operasi untuk merebut Mosul, kota terbesar kedua di negara itu yang diduduki ISIS sejak Juni 2014. Namun, pertempuran untuk mengambil kendali atas kota itu diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan.

“Sejumlah keluarga … dan para pemimpin (Daesh) di Mosul, mereka dan keluarganya menjual harta benda miliknya dan pergi menuju Suriah,” kata Obeidi kepada stasiun televisi pemerintah Iraqiya seperti dilansir AFP (1/8/2016). Batas wilayah Suriah bagian barat tidak jauh dari Mosul.

Sebagian tokoh ISIS dan keluarganya diperkirakan menyusup ke wilayah otonomi Kurdi Iraq, yang berada di sebelah utara dan timur Mosul, kata Obeidi dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu malam lalu itu.

Mosul adalah kota terakhir di Iraq yang masih dikuasai ISIS. Namun, untuk membebaskannya bukan hal yang mudah dan operasi militer yang dilakukan akan menimbulkan krisis kemanusiaan yang tidak kecil, meskipun jalur khusus evakuasi bagi warga sipil yang didesak untuk meninggalkan kota itu sudah dipersiapkan. Sebagaimana diketahui, ketika pertempuran antar kelompok pasukan di Iraq maupun Suriah terjadi, warga sipil senantiasa menjadi korban terbanyak.

Palang Merah mengatakan pihaknya meyakini bahwa satu juta orang Iraq bisa kehilangan tempat tinggal dalam beberapa bulan mendatang selama pertempuran melawan ISIS, termasuk operasi untuk merebut kembali kota Mosul.

Tahun 2014 ISIS berhasil menduduki banyak daerah di bagian utara dan barat Baghdad, tetapi mereka kemudian banyak kehilangan daerah kekuasannya sejak pasukan pemerintah Iraq, yang dibantu milisi Syiah, melancarkan serangan darat dengan dukungan serangan udara Amerika Serikat dan koalisinya.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !