Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Penyerang Kereta Jerman Balas Dendam Kematian Temannya di Afghanistan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kejaksaan di Jerman mengatakan bahwa remaja pelaku serangan dengan kapak di kereta di Wuerzburg mendengar kabar bahwa seorang temannya terbunuh di Afghanistan dan dia ingin membalas dendam.

Remaja 17 tahun itu, yang datang ke Jerman setahun lalu sebagai seorang pengungsi anak tanpa pendamping, melukai empat orang, dua di antaranya kritis, dalam serangan hari Senin malam (18/7/2016).

Dia ditembak mati saat berusaha melarikan diri.

Hari Selasa, ISIS merilis sebuah rekaman video yang menunjukkan remaja itu membuat ancaman.

Dalam video itu, remaja tersebut sambil mengacung-acungkan sebilah pisau mengatakan dirinya adalah seorang prajurit ISIS yang siap melakukan misi bunuh diri.

Pejabat Jerman kemudian mengatakan aparat menemukan gambar lukisan tangan bendera ISIS di kamarnya.

Jaksa wilayah Bavaria Erik Ohlenschlager mengatakan remaja itu seorang Muslim yang taat dan ingin membalas dendam terhadap “orang-orang kafir” yang melukai teman-temannya.

Ohlenschlager mengatakan serangan itu “jelas-jelas bermotif politik,” lapor BBC Selasa (19/7/2016).

Namun, Menteri Dalam Negeri Bavaria Joachim Herrmann mengatakan tidak ada indikasi remaja itu memiliki kontak langsung dengan ISIS.

Menurut Herrmann, orang-orang yang berinteraksi dengan remaja itu beberapa bulan terakhir menggambarkan bahwa dia pemuda yang kalem dan pendiam, dan mereka tidak paham mengapa anak itu bisa bertindak demikian.

Remaja itu pergi ke masjid pada kesempatan-kesempatan tertentu. Herrmann mengatakan tidak seorang pun yang melihat tanda-tanda perilaku radikal pada anak itu dan tidak pula ada tanda-tanda dia berkaitan langsung dengan jaringan “jihadis” (istilah Barat untuk menyebut militan-militan Muslim, red).

Remaja itu ditempatkan di sebuah keluarga angkat sejak pindah dari sebuah penampungan pengungsi di kota itu dua pekan lalu.

Dia ditempatkan magang kerja di sebuah pabrik roti, dan kemungkinan akan menjadi karyawan bergaji tidak lama lagi.

Herrmann membela tindakan petugas yang menembak mati remaja itu, karena dia berusaha menyerang polisi dengan mengayunkan kapaknya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Hukuman Pelecehan Seksual di Beberapa Negara

Hukuman Pelecehan Seksual di Beberapa Negara

Seorang Hakim di AS Tolak Beri Izin Pernikahan Beda Ras

Seorang Hakim di AS Tolak Beri Izin Pernikahan Beda Ras

Muslim Boda Afrika Tengah terjepit antara Kelaparan dan ancaman Kematian

Muslim Boda Afrika Tengah terjepit antara Kelaparan dan ancaman Kematian

Disumpah, Tokoh Anti-Islam Masuk Kabinet Belanda

Disumpah, Tokoh Anti-Islam Masuk Kabinet Belanda

Ribuan Orang Antar Pemakaman 11 Santri Tahfidz Darul Quran Ittifaqiyah

Ribuan Orang Antar Pemakaman 11 Santri Tahfidz Darul Quran Ittifaqiyah

Baca Juga

Berita Lainnya