Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Bangladesh Larang Peace TV Zakir Naik

Bagikan:

Hidayatullah.com—Bangladesh memerintahkan Peace TV, sebuah lembaga penyiaran Islam yang sangat populer, untuk berhenti bersiaran di negaranya dan meminta agar sekolah-sekolah melaporkan siswanya yang hilang, lapor AFP.

Tindakan itu diambil setelah muncul kabar bahwa para pelaku serangan mematikan di ibukota Dhaka pekan lalu adalah penggemar dari siaran televisi itu, dan beberapa di antaranya ternyata mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ternama yang menghilang sejak beberapa bulan silam.

Sebuah komite kabinet Bangladesh memutuskan untuk melarang Peace TV di negara itu, kata Menteri Informasi Hasanul Haq Inu kepada para wartawan hari Ahad (10/7/2016).

Stasiun televisi Peace TV dikelola oleh tokoh Muslim terkemuka asal India, Zakir Naik. Siaran televisi yang sering menampilkan pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF) yang berbasis di Mumbai itu diudarakan dari Dubai.

Tiga dari tersangka pelaku serangan dan penyanderaan di sebuah kafe di Dhaka pekan lalu, di mana pelaku membunuh 20 sandera termasuk orang asing, diketahui merupakan pelajar sekolah dan universitas ternama di Bangladesh dan berasal dari keluarga berada.

Seorang pelaku lain dalam serangan teror di bagian utara Bangladesh hari Kamis pekan lalu yang menewaskan sedikitnya tiga orang, juga diidentifikasi sebagai mahasiswa sebuah universitas ternama.

Setelah fakta itu terungkap, Menteri Pendidikan Nurul Islam Nahid mengatakan sekolah-sekolah mulai sekarang harus memberikan laporan tentang siswanya yang tidak hadir selama 10 hari atau lebih.

Polisi mengatakan kedua serangan dilakukan oleh kelompok militan lokal, meskipun banyak suara menyebutkan serangan dilakukan oleh kelompok ISIS.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Nisha Biswal hari Ahad (10/7/2016) terbang dari Washington menuju Dhaka untuk membahas masalah keamanan dengan Menteri Luar Negeri Mahmood Ali.

Dalam pernyataannya, Kedutaan AS di Bangladesh mengatakan pejabat Amerika itu menawarkan keahlian kemampuan pemerintahnya dalam menangani masalah terorisme.

“Kami akan terus memberikan bantuan dalam memerangi ancaman global terorisme yang dihadapi oleh kedua negara,” kata Biswal.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Remaja Australia Dipukuli karena Muslim

Remaja Australia Dipukuli karena Muslim

Kecelakaan, Jamaah Diangkut Helikopter Ambulan BSM Saudi

Kecelakaan, Jamaah Diangkut Helikopter Ambulan BSM Saudi

Utusan Malaysia Berhenti Terbit Cetak Maupun Online

Utusan Malaysia Berhenti Terbit Cetak Maupun Online

Derita Muslim Eropa Tarik Perhatian Warga Arab

Derita Muslim Eropa Tarik Perhatian Warga Arab

Ariel Sharon: Masalah Belum Berakhir

Ariel Sharon: Masalah Belum Berakhir

Baca Juga

Berita Lainnya