Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Internasional

Melalui Perjuangan 15 Tahun, Masjid di Nice Sumbangan Arab Saudi Akhirnya Dibuka

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah masjid sumbangan dari Arab Saudi di kota Nice, Prancis, membuka pintu-pintunya untuk pertama kali hari Sabtu (2/7/2016), setelah melalui perjuangan 15 tahun berperkara dengan pemerintah setempat.

Masjid Nicois En-nour Institute menadapatkan izin untuk dibuka mulai Sabtu pagi kemarin dari otoritas setempat yang mewakili Walikota Phippe Pradal, yang baru-baru ini menggantikan Christian Estrosi.

Estrosi bersikeras menentang pembangunan masjid itu, dan pada bulan April dia mendapatkan lampu hijau untuk menggugat negara Prancis guna mencegah agar masjid itu tidak beroperasi di kota yang terletak di selatan Prancis tersebut.

Estrosi menuding pemilik bangunan masjid, Menteri Urusan Islam Arab Saudi Syaikh Saleh bin Abdulaziz, mengusung syariah dan menginginkan agar semua gereja di Jazirah Arab dihancurkan.

Menurut Estrosi, yang menjadi walikota sejak 2008, proyek itu –yang mendapat izin dari pendahulunya di tahun 2002– adalah tidak sah.

Dibukanya masjid tersebut merupakan “kebahagian luar biasa”, menurut Ouassini Mebarek, pengacara dan ketua asosiasi keagamaan setempat.

“Namun, tidak ada perasaan menang berlebihan dalam hal ini,” kata Mebarek kepada AFP. Menurut pengacara itu, dibukanya masjid merupakan kebebasan untuk menjalankan agama yang sesuai dengan nilai-nilai Republik Prancis.

Sepuluh jamaah terlihat memasuki ruang bawah masjid, yang dapat menampung 880 orang itu, untuk melakukan shalat malam.

“muslim lebih menyukai rumah Allah dibanding rumahnya sendiri, apalagi ini indah,” kata Abdelaziz, yang datang untuk shalat bersama putranya Muhammad.

Di ruangan khusus wanita, Amaria, seorang ibu dari daerah tetangga Moulins, berkata, “Hari ini kami bahagia. Bahagia dan lega mendapati tempat ini … Kami lelah menyembunyikan diri, kami bukan tikus!”

Pembangunan masjid itu dimulai pada tahun 2003, di sebuah bangunan yang terletak di distrik perkantoran.

Dilansir situs The Local, penduduk Nice menunjukkan dukungan mereka terhadap eksistensi masjid itu dengan petisi yang ditandatangani oleh 2.000 orang.

Masjid itu menjadi populer karena selama ini Muslim di kota kawasan Riviera itu hanya punya satu tempat shalat kecil di pusat kota, yang meluber ke jalan jika banyak jamaah yang datang.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Tokoh Salafy dan Ikhwan Dipenjara Berpenjagaan Ketat

Tokoh Salafy dan Ikhwan Dipenjara Berpenjagaan Ketat

Peretas Zionis Israel Curi Identitas Warga Saudi

Peretas Zionis Israel Curi Identitas Warga Saudi

Raja Media Tapi Dinilai Tak Layak Pimpin Perusahaan Media

Raja Media Tapi Dinilai Tak Layak Pimpin Perusahaan Media

Lebih dari 60 Warga Jerman Gabung Militan Muslim di Idlib

Lebih dari 60 Warga Jerman Gabung Militan Muslim di Idlib

Media Literasi di Turki Rendah, Negara Balkan Rentan Fake News

Media Literasi di Turki Rendah, Negara Balkan Rentan Fake News

Baca Juga

Berita Lainnya