Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Jumlah Harta Jutawan Asia Mengalahkan Jutawan Eropa dan Amerika Utara

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sekarang ini para jutawan Asia menguasai harta lebih banyak dibanding sejawat mereka di Amerika Utara, Eropa dan kawasan lainnya, menurut firma keuangan Capgemini.

Dimotori jutawan China dan Jepang, harta orang-orang kaya Asia naik 10% pada tahun 2015, tulis Capgemini dalam World Wealth Report yang dirilisnya.

Para jutawan menguasai hampir $60 triliun kekayaan dunia tahun lalu, atau empat kali lebih besar dibanding 30 tahun silam.

Kekayaan itu bisa naik menjadi $100 triliun pada 2025, kata Capgemini seperti dilansir BBC (23/6/2016).

Jumlah harta milik jutawan Asia, dengan kepemilikan aset minimal $1 juta, mengalami kenaikan meskipun pertumbuhan ekonomi di China melambat dan perekonomian Jepang melemah.

Menurut Capgemini, kekayaan jutawan Asia kebanyakan didapat dari bisnis di sektor finansial, teknologi dan perawatan kesehatan.

Kekayaan jutawan Asia mencapai $17,4 triliun. Bandingkan dengan $16,6 triliun milik para jutawan di Amerika Utara, lapor Capgemini.

Kekayaan jutawan Eropa naik 4,8% kata Capgemini, paling banyak dikuasai oleh jutawan Spanyol, meskipun negara itu sedang mengalami krisis ekonomi, keuangan dan pengangguran beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, kekayaan jutawan Amerika Selatan mengalami penurunan 3,7%. Hal itu disebabkan oleh konflik politik dan turbulensi di pasar saham Brazil.

Secara keseluruhan di dunia ini, harta yang dimiliki para jutawan naik 4% tahun lalu menjadi $58,7 triliun.

Sebelumnya pada tahun ini, Oxfam melaporkan bahwa harta dunia yang dikuasai oleh 1% orang terkaya jumlahnya lebih besar dibanding harta milik gabungan 99% orang lainnya. Harta milik 62 orang paling kaya sedunia jumlahnya lebih banyak dibanding jumlah keseluruhan harta 50% orang miskin sedunia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Inggris Berencana Menghalangi Terbentuknya “Tentara Uni Eropa” Sebelum Brexit

Inggris Berencana Menghalangi Terbentuknya “Tentara Uni Eropa” Sebelum Brexit

Kabar Mubarak Mundur Terus Menguat

Kabar Mubarak Mundur Terus Menguat

Memberi Salah Tak Memberi Salah, Perdana Menteri Australia Dikritik karena Bersedekah A$5

Memberi Salah Tak Memberi Salah, Perdana Menteri Australia Dikritik karena Bersedekah A$5

Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak di Australia Merambah Sektor Entertainment

Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak di Australia Merambah Sektor Entertainment

Ikhwanul Muslim Dilarang Mencalonkan

Ikhwanul Muslim Dilarang Mencalonkan

Baca Juga

Berita Lainnya