Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Larang Pawai LGBT

telegraph.co.uk
Bentrok aparat dengan LGBT
Bagikan:

Hidayatullah.com–Penyelenggara menyebut pelarangan itu sebagai “pelanggaran yang mencolok terhadap konstitusi” dan mengatakan mereka akan mengambil langkah hukum.

Otoritas di kota Istanbul Turki telah melarang pawai tahunan kaum homo yang direncanakan akan digelar pada bulan ini, karena khawatir akan keamanan dan mengganggu ketertiban umum.

Pelarangan itu, yang dikecam oleh penyelenggara Istanbul Pride, terjadi setelah kelompok ultra-nasionalis dan konservatif mengatakan mereka tidak akan membiarkan “kemerosotan” mengadakan event seperti itu di tanah Turki.

Pejabat di pemerintahan kota Istanbul mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa pawai di tanggal 26 Juni itu telah dilarang karena kekhawatiran akan ketertiban umum dan untuk menjaga keamanan.

Perintah itu berarti siapapun yang membangkang dengan ikut bagian dalam parade beresiko menghadapi intervensi dari pasukan keamanan.

Pada baru-baru ini, kelompok garis keras bersumpah akan melakukan “apapun yang dibutuhkan” untuk menghentikan pawai LGBT Istanbul.

“Pejabat negara tersayang, jangan buat kami berurusan dengan hal ini. Entah anda melakukan apa yang dibutuhkan atau kami yang akan melakukan itu,” Kursat Mican, Kepala Alperen Hearths Istanbul, kelompok pemuda yang loyal pada nasionalis Great Union Party, mengatakan pada reporter Anadolu Agency.

Hingga 2015, pawai homo telah diselenggarakan di 12 event secara besar-besar tanpa terjadinya insiden, tumbuh menjadi event terbesar di negara Muslim dengan ribuan orang yang ambil bagian dalam perayaan keberagaman tersebut.

Tahun lalu, parade itu juga dilarang oleh pemerintah kota beberapa jam sebelum dimulai. Segera setelahnya, parade itu ditutup oleh polisi untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.

‘Pelanggaran yang mencolok’

Penyelenggara pawai, dalam pernyataan di halaman Facebook mereka, mengecam pelarangan itu, menyebutnya sebagai “pelanggaran yang mencolok terhadap konstitusi dan hukum”.

Mereka mengatakan bahwa event tersebut hingga 2015 telah diadakan pada hari Minggu terakhir di bulan Juni setiap tahunnya sejak 2003 “untuk mengangkat suara melawan pelanggaran yang dialami sepanjang tahun dan mengekspresikan permintaan kami untuk persamaan, kebebasan dan status resmi”.

Penyelenggara pawai juga menuduh pemerintah kota telah gagal menjalankan tugas mereka melindungi hak-hak warganya dalam menjalankan hak-hak mereka dan bersumpah untuk melakukan tindakan hukum.

Aktivis sedang merencanakan event yang berlangsung satu minggu penuh pada minggu ini yang puncaknya ialah pawai homo pada 26 Juni, dimulai dari jalan pertokoan terkenal Istanbul Istiklal Caddesi dan berakhir di Taksim Square.

Meskipun begitu, Turki telah diguncang oleh rentetan serangan pada tahun ini, termasuk bom bunuh diri di Istiklal sendiri yang menewaskan tiga warga Israel dan seorang warga Iran.

Seperti tahun lalu, pawai homo juga dijadwalkan berlangsung pada bulan Ramadhan.

Homoseksual telah menjadi legal di Turki selama masa republik modern pada pertengahan abad 19. Tetapi para kaum homo di Turki secara reguler memprotes  sikap  perlawanan masyarakat Muslim.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Saudi Belajar Islam di Universitas Moskow

Warga Saudi Belajar Islam di Universitas Moskow

Kapal Cape Ray Mulai Menetralisir Senjata Kimia Rezim Assad

Kapal Cape Ray Mulai Menetralisir Senjata Kimia Rezim Assad

RUU Penangkal Islamisme Diperdebatkan di Parlemen Prancis

RUU Penangkal Islamisme Diperdebatkan di Parlemen Prancis

Anggap Unkonstitusional Tanzania Belum Akui Rezim Baru Libya

Anggap Unkonstitusional Tanzania Belum Akui Rezim Baru Libya

Jerman Tangkap Mantan Isteri Anggota ISIS

Jerman Tangkap Mantan Isteri Anggota ISIS

Baca Juga

Berita Lainnya