Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Trump Desak Obama Mundur Karena tak Sebut Islam sebagai Pelaku di Orlando

Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump mendesak Presiden Barack Obama untuk mengundurkan diri karena dia tidak menggunakan kata “Islam radikal” dalam satu pernyataan yang merujuk kepada pembantaian dalam kasus pesta kaum homo di Orlando yang mengakibatkan 50 orang tewas, kemarin.

“Karena pemimpin kita adalah lemah, saya katakan ini akan terjadi dan hanya akan menjadi lebih buruk.

“Saya hanya mencoba menyelamatkan nyawa dan mencegah serangan teror berikutnya, ” kata Trump,” ujarnya dikutip Reuters, Senin (13/06/2016).

Kicauan Trump yang kontroversi

Seperti diketahui, ungkapan duka dan kemarahan muncul di media sosial Barat pasca penembakan terjadi di sebuah klub homo di Orlando, Amerika Serikat yang menewaskan setidaknya 50 orang.

Namun rangkaian tweet dari bakal calon presiden AS, Donald Trump, menjadi salah satu yang paling kontroversial.

Donald Trump segera mengungkapkan opininya di Twitter setelah diketahui bahwa penyerang dalam penembakan massal adalah anak imigran Afghanistan yang telah ‘berikrar kesetiaan’ pada kelompok yang mengaku sebagai Negara Islam atau ISIS.

Alih-alih mengungkapkan duka, dia mengatakan, “(Kendati) menghargai ucapan selamat bahwa (saya) benar tentang terorisme Islam radikal, saya tidak menginginkan ucapan selamat. Saya ingin ketangguhan dan kewaspadaan. Kita harus cerdas!”

Seperti banyak kicauan Trump lain, pernyataan itu langsung menuai kemarahan, tetapi juga dukungan dari pendukungnya.

“Sekali lagi Donald Trump, Anda menunjukan mengapa Anda tidak bisa memimpin kami. 50 orang mati, dan Anda bersenang-senang dalam ucapan selamat,” kata aktivis homo George Takei dalam akun Twitter-nya dikutip BBC.

Dalam kicauannya, Trump juga mengomentari pidato singkat Presiden Obama yang menyebut bahwa serangan di Orlando adalah ‘aksi teror dan kebencian’ dan menyatakan ini adalah “pengingat bahwa betapa mudahnya seseorang mendapat senjata api sehingga memungkinkan mereka menembak orang.”

Trump meminta Obama mundur karena engganan menyebut ‘Islam radikal’ sebagai pelakunya.

“Jika kita tidak menjadi kuat dan cerdas, kita tidak akan punya negara lagi,” tulisnya. “Karena para pemimpin kita lemah, saya mengatakan ini akan terjadi – dan ini hanya akan bertambah buruk. Saya mencoba untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah serangan teroris berikutnya. Kita tidak bisa lagi sekadar bersikap yang baik secara politik,” ujar calon presiden AS yang dikenal anti Islam ini.

Sebelumnya, Presiden Barack Obama menyatakan tidak ada bukti langsung yang menghubungkan penyerang Orlando dengan kelompok militan yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (13/06/2016), Obama menambahkan pria bersenjata yang disebut bernama Omar Mateen itu mungkin diinspirasi oleh ‘informasi yang disebarkan para ekstemis di internet’.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Bekuk Admin Laman Facebook Pembocor Soal Ujian Sekolah Mesir

Polisi Bekuk Admin Laman Facebook Pembocor Soal Ujian Sekolah Mesir

Jeff Bezos: Suatu Hari Amazon akan Bangkrut

Jeff Bezos: Suatu Hari Amazon akan Bangkrut

Biksu Pendukung Kekerasan Etnis Rohingnya adalah ‘Biksu Palsu’

Biksu Pendukung Kekerasan Etnis Rohingnya adalah ‘Biksu Palsu’

Paus Koptik: Jehovah’s Witnesses Sekte Sesat Pro-Zionis

Paus Koptik: Jehovah’s Witnesses Sekte Sesat Pro-Zionis

Trump Sebut AS akan Akui Golan sebagai Wilayah Kedaulatan ‘Israel’

Trump Sebut AS akan Akui Golan sebagai Wilayah Kedaulatan ‘Israel’

Baca Juga

Berita Lainnya