Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Erdogan Ajak Keluarga Muslim Tolak Program KB

twitter
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajak warga Muslim negaranya menolak kontrasepsi dan memiliki lebih banyak anak.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung oleh televisi Turki, Erdogan mengatakan tidak satu keluarga Muslim pun yang seharusnya mempertimbangkan keluarga berencana (KB) dan seharusnya memperbanyak keturunannya.

Erdogan mengimbau kepada seluruh keluarga Muslim untuk tidak terlibat dalam program pengendali kelahiran (KB). Sebaliknya, ia menyerukan umat Muslim untuk memperbanyak keturunan.

“Kita akan memperbanyak keturunan. Mereka berbicara tentang perencanaan penduduk, pengendalian kelahiran. Tidak ada keluarga Muslim dapat memiliki  pendekatan semacam itu,” katanya dalam pidato di Istanbul dikutip Reuters, Senin (30/05/2016).

Pemimpin Partai AKP itu bahkan pernah menyamakan program KB dengan sebuah pengkhianatan kepada negara.

“Secara tegas saya mengatakan, kita akan menambah keturunan kita, kita akan menambah generasi kita. Mereka membicarakan keluarga berencana, pengendalian kelahiran. Tidak satu keluarga Muslim pun dapat memiliki pendekatan ini. Kita akan mengikuti jalur dan perintah Allah serta Nabi yang kita cintai,” kata Erdogan dalam siaran langsung di televisi.

“Tidak ada yang bisa ikut campur dalam pekerjaan Tuhan. Tugas pertama di sini milik para ibu,” katanya, dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan adalah tanggung jawab kaum ibu untuk memastikan terus berlanjutnya pertumbuhan penduduk Turki, yang bertambah pada tingkat sekitar 1,3% dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Dewan Gereja Korea Boikot Pil KB

Menurut data statistik, penduduk Turki pada 2015 mencapai 78,7 juta orang. Sementara tahun 2000, jumlah penduduk Turki kurang dari 68 juta orang. Tahun 2014, Erdogan pernah meminta ibu-ibu Turki melahirkan sedikitnya empat orang anak.

“Satu berarti kesendirian, dua berarti perseteruan, tiga berarti keseimbangan, dan empat berarti kelimpahan,” ucapnya kala itu.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Amnesti:  Pembersihan Etnis Rohingya adalah ‘Apartheid’

Amnesti: Pembersihan Etnis Rohingya adalah ‘Apartheid’

Hacker Turki Berhasil Bobol Dokumen Penting Israel

Hacker Turki Berhasil Bobol Dokumen Penting Israel

Hanya 9 Persen Warga Amerika Simpati Pada Palestina

Hanya 9 Persen Warga Amerika Simpati Pada Palestina

Mendagri Inggris Gembira Larangan Zakir Naik Dibenarkan

Mendagri Inggris Gembira Larangan Zakir Naik Dibenarkan

Produksi Opium Afghanistan Naik 2/3

Produksi Opium Afghanistan Naik 2/3

Baca Juga

Berita Lainnya