Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Amerika Meyakini Mullah Akhtar Mansour Terbunuh, Taliban Membantah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pentagon mengumumkan bahwa pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Akhtar Mansour kemungkinan terbunuh dalam serangan drone (pesawat tanpa awak) di Pakistan. Namun, Taliban membantah klaim Departemen Pertahanan AS itu.

Serangan di dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan itu diperintahkan oleh Presiden Barack Obama, begitu menurut laporan awal. Pihak AS mengatakan serangan itu sengaja menarget pemimpin kelompok Muslim Afghanistan tersebut.

Dilansir Deutsche Welle Sabtu (21/5/2016), sumber-sumber yang tidak menyebutkan identitasnya dari Departemen Pertahanan mengatakan kepada pers bahwa pria dewasa militan kedua kemungkinan terbunuh bersama Mansour, tetapi tidak ada korban sipil dalam serangan itu.

“Targetnya adalah Mansour dan kemungkinan tewas,” kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah Afghanistan dan Pakistan telah diberitahu.

“Kami masih mengkaji hasil serangan tersebut dan akan memberikan informasi lebih banyak jika sudah tersedia,” kata juru bicara Pentagon Peter Cook dalam pernyataannya.

Serangan drone bertubi-tubi menarget sejumlah pria yang berada di dalam sebuah kendaraan di daerah terpencil di Pakistan dekat perbatasan dengan Afghanistan, barat daya kota Ahmad Wal, kata pejabat AS.

Namun, seorang komandan Taliban yang tidak diketahui identitasnya, yang dekat dengan Mansour, membantah klaim Amerika Serikat itu, lapor kantor berita Reuters Ahad pagi (22/5/2016).

“Kami mendengar berita tak berdasar itu, tapi ini bukan pertama kalinya,” kata komandan Taliban itu, seakan menyinggung seringnya Amerika menyampaikan berita tidak benar.

“Saya hanya ingin menyampaikan imformasi yang saya miliki bahwa Mullah Mansour belum terbunuh,” imbuhnya.

Bulan Desember tahun lalu Mansour dikabarkan terluka dan kemungkinan tewas dalam baku-tembak di sebuah rumah seorang tokoh Taliban lainnya di dekat Quetta, Pakistan.

Mansour ditunjuk sebagai pemimpin Taliban Afghanistan pada Juli 2015, menyusul kematian Muhammad Umar. Mansour dituding sebagai penyebab terhambatnya perundingan antara Taliban dengan pemerintah Afghanistan setelah dikabarkan melarang para pengikutnya bernegosiasi dengan Kabul.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Eks Raja Belgia Menolak Beri Sampel DNA Pembuktian Paternitas Anak di Luar Nikah

Eks Raja Belgia Menolak Beri Sampel DNA Pembuktian Paternitas Anak di Luar Nikah

Hasil Studi: 75% Pengunsi Suriah Ingin Dapat Kewarganegaraan Turki

Hasil Studi: 75% Pengunsi Suriah Ingin Dapat Kewarganegaraan Turki

Qatar Beri Hadiah Erdogan Jet Mewat Senilai 367 Juta USD

Qatar Beri Hadiah Erdogan Jet Mewat Senilai 367 Juta USD

Indonesia Desak Anggota OKI Mempertimbangkan Kembali Hubungan dengan Zionis

Indonesia Desak Anggota OKI Mempertimbangkan Kembali Hubungan dengan Zionis

Kafe di Belgia: Anjing Silahkan, Zionis Tidak

Kafe di Belgia: Anjing Silahkan, Zionis Tidak

Baca Juga

Berita Lainnya