Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

South Carolina Larang Aborsi Kehamilan Di Atas 19 Minggu

Warga Amerika pendukung UU larangan aborsi.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Badan legislatif negara bagian South Carolina, Amerika Serikat, hari Selasa (17/5/2016) meloloskan rancangan undang-undang yang melarang aborsi pada usia kehamilan di atas 19 minggu, kecuali nyawa si ibu terancam.

RUU tersebut akan diajukan ke meja Gubernur Nikki Haley untuk ditandatangani. Politisi wanita asal Partai Republik itu pada bulan Maret lalu mengindikasikan akan menyetujui peraturan baru itu.

Keputusan tersebut menjadikan South Carolina negara bagian ke-17 di AS yang memberlakukan peraturan semacam itu.

Enam belas negara bagian lainnya sudah lebih dulu mengesampingkan keputusan Mahkamah Agung tahun 1973 yang melegalisasi aborsi di Amerika Serikat. Sejauh ini pengadilan telah membatalkan larangan aborsi di tiga negara bagian.

Para pengkritik mengatakan nama peraturan perundangan itu, Pain Capable Unborn Child Protection Act, bertentangan dengan bukti medis yang menunjukkan bahwa janin usia 20 minggu tidak dapat merasakan sakit.

“Ini RUU berbahaya bagi para wanita South Carolina …., dibuat lebih parah lagi dengan menghilangkan pengecualian bagi korban pemerkosaan dan inses,” kata Alyssa Miller, direktur humas dari Planned Parenthood South Atlantic cabang South Carolina, dalam pernyataannya.

“Realitanya aborsi di usia kehamilan lanjut sangat jarang sekali dan jika terjadi sering kali dalam situasi sulit dan rumit di mana seorang wanita dan dokternya membutuhkan setiap pilihan medis yang ada,” kata Miller seperti dikutip Reuters.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Native Deen akan Kunjungi Muslimin Indonesia

Native Deen akan Kunjungi Muslimin Indonesia

1 Wakil Indonesia Juara dalam Kompetisi Al-Quran di Iran

1 Wakil Indonesia Juara dalam Kompetisi Al-Quran di Iran

PM Davutoglu Menyerah Tak Bisa Bentuk Pemerintahan Koalisi Turki

PM Davutoglu Menyerah Tak Bisa Bentuk Pemerintahan Koalisi Turki

Dikritik, Pentagon Bela Keputusan Pertukaran Bergdahl-Taliban

Dikritik, Pentagon Bela Keputusan Pertukaran Bergdahl-Taliban

Dipecat Partai Sendiri, Robert Mugabe Pilih Ngotot Presiden

Dipecat Partai Sendiri, Robert Mugabe Pilih Ngotot Presiden

Baca Juga

Berita Lainnya