Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mitsubishi Motors Mengaku Manipulasi Tes Keiritan Bahan Bakar

Bagikan:

Hidayatullah.com—Mitsubishi Motors mengaku memanipulasi tes keiritan bahan bakar sedikitnya atas 625.000 mobil kecil buatannya, termasuk sejumlah kendaraan yang diproduksi untuk mitra usahanya sesama pabrikan mobil Jepang, Nissan.

Dilansir Euronews, hari Rabu (20/4/2016) perusahaan itu mengaku sengaja mengakali data hasil tes konsumsi bahan bakar untuk empat model mobil kecil yang dijualnya di Jepang, dan telah menghentikan produksi serta penjualan model-model tersebut.

Perusahaan otomotif terbesar keenam berdasarkan nilai pasarnya itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telah “dilakukan uji konsumsi bahan bakar secara tidak layak.”

Keempat model yang bermasalah itu adalah model milik Mitsubishi sendiri “ek Wagon” dan “ek Space”, serta model “Dayz” dan “Dayz Roox” yang dibuat untuk Nissan sejak 2013.

Dilansir BBC, jumlah kendaraan yang bermasalah itu mencapai 157.000 mobil produksi dan merek Mitsubishi sendiri dan 468.000 mobil yang dibuat Mitsubishi untuk Nissan.

Bos-bos Mitsubishi, termasuk presiden Mitsubishi Motors Tetsuro Aikawa, membungkuk dalam-dalam saat memulai konferensi pers hari Rabu sore (20/4/2016) di Tokyo.

“Kesalahan itu dilakukan dengan sengaja. Jelas pemalsuan yang dilakukan adalah untuk membuat jarak tempuhnya kelihatan lebih baik. Namun, mengapa mereka sengaja melakukan penipuan itu masih belum jelas,” kata Tetsuro Aikawa.

Meskipun mengaku tidak mengetahui perihal penyimpangan itu, Aikawa mengaku merasa ikut bertanggung jawab.

Mobil-mobil mini dengan mesin 600cc berbahan bakar bensin itu sangat populer di Jepang, tetapi di pasar lain tidak begitu laku.

Lance Bradley, managing director Mitsubishi Motors Inggris, mengatakan tidak ada bukti bahwa model-model yang dijual di Inggris dan Eropa juga dimanipulasi.

Menyusul pengumuman itu, harga saham Mitsubishi turun lebih dari 15 persen dan $1,2 miliar lenyap dari nilai pasarnya pada hari Rabu. Penurunan dalam satu hari itu merupakan yang terparah yang pernah dialami Mitsubishi selama 12 tahun terakhir.

Menurut Richard Westcott, koresponden transportasi BBC, sepertinya Mitsubishi sengaja menggunakan tekanan udara yang salah pada ban untuk mengakali pembacaan di mesin treadmill, sehingga kelihatannya jarak tempuh untuk penggunaan setiap galon bahan bakar lebih jauh. Dengan kondisi ban yang agak kempes, mobil yang diuji keiritan bahan bakarnya justru terekam dapat melaju dalam jarak yang lebih jauh.

Menariknya, sepertinya penyimpangan itu justru ditemukan oleh Nissan.

Sebelum kasus Mitsubishi ini, pabrikan mobil asal Jerman Volkswagen juga mengaku melakukan kecurangan dalam uji emisi mobil bermesin diesel buatannya di Amerika Serikat dan negara lain.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kristen Yesuit Berkontribusi Penting Dalam Pendidikan di Asia Selatan

Kristen Yesuit Berkontribusi Penting Dalam Pendidikan di Asia Selatan

Banding Ditolak Mladic akan Diekstradisi

Banding Ditolak Mladic akan Diekstradisi

Erdogan: 2021 Menjadi Tahun Reformasi bagi Turki

Erdogan: 2021 Menjadi Tahun Reformasi bagi Turki

AS Mendesak Blokir Akun Media Sosial Para Pemimpin Iran

AS Mendesak Blokir Akun Media Sosial Para Pemimpin Iran

Organisasi Kristen Sampaikan Misi di Pakistan Melalui Bantuan

Organisasi Kristen Sampaikan Misi di Pakistan Melalui Bantuan

Baca Juga

Berita Lainnya