Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Menlu Saudi: Uang $681 Juta dalam Rekening PM Najib Razak Pemberian Ikhlas dari Arab Saudi

AFP
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak
Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa uang sebanyak $681 juta (sekitar 8,98 triliun rupiah) yang ada di dalam rekening pribadi PM Malaysia Najib Razak di 1MDB adalah donasi ikhlas dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

Dilansir kantor berita resmi Turki Anadolu, kantor berita resmi Malaysia Bernama hari Jumat (15/4/2016) melaporkan, Adel Al Jubeir kepada para reporter mengatakan bahwa pihak berwenang Arab Saudi “mengetahui perihal donasi itu dan itu merupakan sumbangan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih apapun.”

Para pengkritik dan oposisi dari PM Najib Razak mempertanyakan asal-usul uang itu yang ada dalam rekening pribadinya di 1MDB, lembaga keuangan bentukan Razak yang sedang terlilit hutang dalam jumlah miliaran dolar. Menanggapi pertanyaan itu, dengan bangga pihak Razak mengatakan bahwa uang itu berasal dari “bangsawan Timur Tengah” yang menginginkan partainya United Malays National Organization (UMNO) tetap berkuasa.

Bulan Januari lalu, Kejaksaan Agung Malaysia menyatakan tidak ada yang salah dengan Razak, dan uang itu adalah donasi politik dari bangsawan-bangsawan Arab Saudi pada masa pemilihan umum tahun 2013, yang mana $620 juta di antaranya sudah dikembalikan.

Pada awal bulan Februari, Al-Jubeir mengatakan dia menerima pernyataan bersih Razak oleh pihak kejaksaan, tetapi mengutarakan keraguannya apakah dana itu benar donasi politik dari penguasa Arab Saudi.

“Itu pribadi warganegara Saudi, saya yakin, dan itu masuk ke sebuah investasi di Malaysia,” kata Al Jubeir ketika itu kepada New York Times.

New York Times dalam laporannya itu juga mengutip keterangan seorang anggota dan teman keluarga Kerajaan Arab Saudi. Kedua orang itu, yang menolak identitasnya diungkap, mengatakan bahwa uang tersebut diberikan bukan sebagai donasi, melainkan berasal dari seorang “Pangeran Saudi”.

Teman keluarga Kerajaan Saudi itu menambahkan bahwa uang tersebut adalah “bagian dari kesepakatan bisnis”, dan mempertanyakan apakah memang jumlah uang yang dilaporkan itu $681 juta.

Baca juga, Malaysia Bantah Uang yang Hilang dari 1MDB untuk Mendanai Film Hollywood

Hari Kamis (14/4/2016), di sela-sela pertemuan KTT OKI Ke-13 di Istanbul, Menlu Al-Jubeir mengatakan bahwa mereka (pihak berwenang Arab Saudi) “juga sangat mengetahui bahwa pihak Kejaksaan Agung Malaysia sudah melakukan penyelidikan menyeluruh atas masalah itu dan tidak menemukan adanya kesalahan.”

“Jadi, sepanjang yang kami tahu, masalah ini sudah ditutup,” imbuh Al Jubeir.

Baca berita sebelumnya, Lembaga Antikorupsi Malaysia Tidak Terima Penyelidikan Kasus PM Najib Razak Ditutup.

Masalah uang jutaan dolar dalam rekening pribadi PM Najib Razak itu, sementara lembaga keuangannya mengalami lilitan hutang, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan rakyat Malaysia yang menuntutnya mundur.  Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri dan pemimpin UMNO, bahkan ikut mendukung oposisi berdemonstrasi mendesak mundur PM Najib Razak. Padahal, Mahathir yang dianggap bapak bangsa dan negarawan Malaysia itu ketika berkuasa dulu melarang adanya demonstrasi dan bersikap sangat keras terhadap para pengunjuk rasa anti pemerintah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Swedia Negara Uni Eropa Pertama yang Resmi Mengakui Negara Palestina

Swedia Negara Uni Eropa Pertama yang Resmi Mengakui Negara Palestina

Menlu Mesir: Hubungan Mesir-Saudi Akan Semakin Kuat

Menlu Mesir: Hubungan Mesir-Saudi Akan Semakin Kuat

Mahasiswa Pro Mursy Mementaskan Demo  ‘Kejutan’ di Tahrir

Mahasiswa Pro Mursy Mementaskan Demo ‘Kejutan’ di Tahrir

Presiden Tanzania: Daripada Menganggur Manfaatkan Tenaga Narapidana, Hukum Bila Malas

Presiden Tanzania: Daripada Menganggur Manfaatkan Tenaga Narapidana, Hukum Bila Malas

Di Saudi Puluhan Ribu PRT Kabur dan Ratusan Ribu Pekerja Asing Mangkir

Di Saudi Puluhan Ribu PRT Kabur dan Ratusan Ribu Pekerja Asing Mangkir

Baca Juga

Berita Lainnya