Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Pidato di Wina, HNW: Dialog Antaragama Harus Pengaruhi Pengambil Kebijakan

ISTIMEWA
Hidayat Nur Wahid, dalam Sidang Dewan Penasehat, International Center for Interreligious Dialogue (KAICIID), di Wina, Austria, Selasa (12/4/2016)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dialog antaragama dinilai baru sebatas dilakukan oleh para pemimpin agama, dan kurang memengaruhi para elite pengambil kebijakan. Akibatnya, konflik antar pemeluk agama masih terus terjadi.

Demikian dikemukakan oleh Hidayat Nur Wahid, dalam Sidang Dewan Penasehat International Center for Interreligious Dialogue (KAICIID) dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Selasa (12/4/2016), dari Wina, Austria.

Dalam forum tersebut, Hidayat juga dikukuhkan sebagai penasehat KAICIID yang berpusat di Wina, Austria.

Hidayat juga mendukung upaya KAICIID untuk memosisikan dirinya seperti ‘PBB nya agama-agama’ atau yang diistilahkan sebagai ‘United Religions for Peace‘. Hidayat menilai, inisiatif melakukan dialog antar pemimpin agama sudah banyak dilakukan, namun efektivitasnya masih perlu banyak ditingkatkan.

“Para pemuka agama harus lebih komprehensif dalam melihat penyebab konflik ini. Tidak hanya secara kultural, namun juga secara struktural,” jelasnya.

Dalam forum yang dihadiri oleh para pemimpin beragam agama dari seluruh dunia tersebut, Hidayat menyorot politik luar negeri semaunya sendiri yang dilakukan oleh negara-negara adidaya terhadap negara yang lebih lemah.

“Persoalan struktural ini adalah termasuk adanya state terrorism, yang melahirkan trauma berbasis sentimen ras dan agama,” tandasnya.

Hidayat menegaskan bahwa interreligious dialogue harus berusaha mempengaruhi pusat-pusat kekuatan dunia, agar mereka tidak menjadikan isu kemanusiaan dan agama sebatas komoditas politik.

“Inilah yang dimaksud dengan dialog antar-agama yang lebih efektif,” tegas Hidayat.

Sebagai Penasehat KAICIID International Dialogue Center, Hidayat merekomendasikan agar para pemuka agama lebih berani untuk memengaruhi pusat-pusat kekuasaan dunia, agar tidak melakukan kesewenang-wenangan yang melahirkan sentimen antar ras dan agama.

Pandangan Hidayat tersebut banyak mendapat respons positif dari para pemuka agama lainnya. Karena diakui, bahwa politik luar negeri dari negara adidaya yang semaunya sendiri tersebut telah melahirkan efek domino yang juga merusak tatanan sosial di negaranya sendiri.

KAICIID sendiri adalah pusat dialog antar peradaban yang disupervisi secara multi-lateral oleh Pemerintah Austria, Saudi Arabia, Spanyol, dan Vatikan dan didukung oleh para pemimpin agama dari seluruh dunia. *

Rep: Ahmad
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

NPR Pecat Analis Seniornya yang Islamofobia

NPR Pecat Analis Seniornya yang Islamofobia

AS Secara Resmi Buka Pangkalan Militer Permanen di Israel

AS Secara Resmi Buka Pangkalan Militer Permanen di Israel

Kardinal Australia Kembali Minta Maaf Atas Pencabulan Anak

Kardinal Australia Kembali Minta Maaf Atas Pencabulan Anak

Campurkan Siswa, Menteri Pendidikan Saudi Diprotes

Campurkan Siswa, Menteri Pendidikan Saudi Diprotes

Hubungan antara ISIS dan Faksi-Faksi Suriah Pasca Deklarasi Khilafah

Hubungan antara ISIS dan Faksi-Faksi Suriah Pasca Deklarasi Khilafah

Baca Juga

Berita Lainnya