Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Pengadilan Filipina Hentikan Kasus Usaha Pembunuhan Syeikh al-Qarni

arabnews.com
Gambar Syeikh Aidh al Qarni saat diselamatkan petugas medis di Zamboanga sesaat usai ditembak
Bagikan:

Hidayatullah.com—Keputusan Kantor Jaksa Filipina yang telah menolak kasus dua orang yang percaya terlibat dalam insiden penembakan ulama terkenal Arab Saudi, Syeikh Aid al Qarni dan penduduk setempat di wilayah itu telah memicu gelombang kritik dari penduduk dua negara yang terlibat.

Menurut laporan media Filipina kemarin, , Ricard Cabaron dari Kantor Kejaksaaan di Zamboanga menolak kasus usaha pembunuhan oleh Mujer Abubaka Amilassan dan Cadir Junaide Saleh karena dinilai kurangnya bukti.

Laman Arab News melaporkan, Jaksa Agung Claro Arellano, kepala Kejaksaan Nasional, mengatakan, polisi masih dapat mengajukan penuntutan lagi dalam waktu 15 hari.

Wartawan Saudi Saeed Abdullah mengatakan bahwa “kredibilitas dan citra intelijen Filipina dan sistem peradilan” akan terpengaruh oleh keputusan tersebut, terutama karena bukti yang ada dan fakta bahwa itu terjadi di depan umum.

Gilbert G. Alarcon, senor auditor sistem ISO, mengatakan bahwa pemberhentian kasus terhadap warga Filipina yang terlibat dalam usaha pembunuhan penulis buku ternama asal Saudi itu mencerminkan kerugian Filipina.

“Dampak keputusan akan dirasakan oleh orang-orang Filipina, yang ada di Arab Saudi. Situasi mungkin akan lebih baik jika tersangka dibawa ke sidang, yang akan memungkinkan mereka terbukti bersalah atau atau tidak,” katanya.

Baca: Syeikh Aidh al Qarni Tertembak Saat Ceramah di Filipina

Penceramah Islam Arab Saudi Syeikh Aidh Al Qarni dilaporkan terluka dalam kasus penembakan di Filipina pada Selasa  01 Maret  2016 bulan lalu  saat usai berbicara di Universitas Mindanao. Ia ditembak tiga kali di bahu kanan dan dada, sementara temannya, Syeikh Turki Assaegh ikut terluka di kanan paha dan kaki kiri.

Sementara itu, pelaku serangan Misuari Kiliste Rugasan,  seorang mahasiswa teknik akhirnya ditembak mati penjaga keamanan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Utusan Qadhafi ke Athena

Utusan Qadhafi ke Athena

Berwewah-mewah di Ultah Liem Sioe Long

Berwewah-mewah di Ultah Liem Sioe Long

Liga Arab Seru Palestina Tolak Peraturan Israel

Liga Arab Seru Palestina Tolak Peraturan Israel

Myanmar Siap Terima Gelombang Pertama Repatriasi Rohingya

Myanmar Siap Terima Gelombang Pertama Repatriasi Rohingya

Setelah Kritik OKI Karena Bungkam Masalah Kashmir, Saudi Tahan Minyaknya untuk Pakistan

Setelah Kritik OKI Karena Bungkam Masalah Kashmir, Saudi Tahan Minyaknya untuk Pakistan

Baca Juga

Berita Lainnya