Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Presiden Afsel Diperintahkan Kembalikan Uang Negara yang Dipakai Untuk Renovasi Rumah Pribadinya

Atas: barisan bangunan di kediaman pribadi Presiden Afsel Jacob Zuma di Nkandla. Bawah: Rumah rakyat di seberang lahan rumah Zuma.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma diperintahkan oleh pengadilan untuk mengembalikan uang jutaan dolar milik negara yang dipakai untuk biaya renovasi rumah pribadinya.

Dengan nada keras, pengadilan mengatakan dalam putusannya bahwa presiden telah melanggar konstitusi dengan tidak mematuhi keputusan pengadilan sebelumnya yang memerintahkannya mengembalikan uang negara yang diselewengkan.

“Bendahara negara harus menetapkan biaya selayaknya yang telah dikeluarkan departemen pekerjaan umum untuk kediaman pribadi presiden Nkandla yang tidak berhubungan dengan keamanan, seperti ruangan untuk menerima tamu, ampiteater, kandang hewan ternak, peternakan ayam dan kolam renang, saja,” kata hakim ketua Mogoeng Mogoeng saat mengumumkan putusan bulat 11 hakim yang memproses kasus itu seperti dilansir Euronews Kamis (31/3/2016).

Tidak jelas berapa dari $16 juta uang negara yang sudah dihabiskan untuk pembangunan kediaman pribadi Jacob Zuma yang harus dikembalikan oleh Presiden Afsel itu.

Meskipun kubu oposisi berharap dapat meng-impeach Jacob Zuma dengan skandal tersebut, tetapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi sebab Zuma mendapat dukungan penuh dari partai penguasa ANC.

Setidaknya sudah dua kali kompleks rumah tinggal pribadi Jacob Zuma “dijual” lewat iklan properti di internet. Entah siapa yang iseng memasang iklan itu, tetapi pastinya hal tersebut merupakan cerminan kemarahan rakyat Afsel atas gaya hidup mewah presidennya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Dewan Ilmuwan Swiss Sebut Yasser Arafat Meninggal Diracun

Dewan Ilmuwan Swiss Sebut Yasser Arafat Meninggal Diracun

Rezim China Telah Penjarakan Dokter Muslim Uighur selama 20 tahun

Rezim China Telah Penjarakan Dokter Muslim Uighur selama 20 tahun

ISNA: Berikan HAM Muslim Rohingya

ISNA: Berikan HAM Muslim Rohingya

Inggris Minta Pemberontak Libya Buka Kantor di London

Inggris Minta Pemberontak Libya Buka Kantor di London

Dua Puluh Tahun Memburu Jabatan PM Malaysia, Anwar Ibrahim Masih Sabar Tunggu Giliran

Dua Puluh Tahun Memburu Jabatan PM Malaysia, Anwar Ibrahim Masih Sabar Tunggu Giliran

Baca Juga

Berita Lainnya