Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Membom Rumah Sakit dan Tewaskan 42 Orang Sipil, Tentara Amerika Hanya Dihukum Disipliner

Papan pemberitahuan di rumah sakit MSF di Kunduz, Afghanistan.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Amerika Serikat memberikan hukuman disipliner kepada lebih dari sepuluh personel militernya, yang melakukan serangan udara atas sebuah rumah sakit Medecins Sans Frontieres (MSF) dan menewaskan 42 orang di Kunduz, Afghanistan, tahun lalu.

Pentagon telah mengakui bahwa pasukannya menyerang target yang salah, tetapi tidak satu pun prajuritnya yang dikenai gugatan kriminal.

Dilansir BBC dari Associated Press Kamis (17/3/2016), sanksi atas tentara AS yang tidak diungkapkan ke publik itu hanya bersifat administratif. Sebagian diberi peringatan resmi dan sebagian lainnya diberhentikan sementara dari tugasnya. Mereka yang dihukum hanya personel level bawah dan menengah dan tidak ada jenderal yang diberi sanksi.

Seorang juru bicara dari MSF mengatakan pihaknya tidak akan memberikan komentar sampai Pentagon memberikan penjelasan lengkap ke publik.

Tindakan disipliner itu diambil setelah Pentagon melakukan penyelidikan atas serangan salah sasaran tersebut. Laporan hasil penyelidikan itu diharapkan diungkap ke publik pekan depan.

Pada bulan Oktober 2015, pesawat tempur Amerika Serikat menyerang rumah sakit MSF di kota Kunduz. Amerika Serikat berdalih bahwa tempat itu menjadi persembunyian bagi militan Taliban, yang ketika itu baru saja berhasil menguasai daerah itu dari tangan pasukan asing.

Pejabat pemerintah Afghanistan, yang merupakan boneka Amerika Serikat, mengatakan bahwa anggota-anggota Taliban menguasai bangunan rumah sakit itu. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut dan MSF sendiri berkata tidak ada kelompok bersenjata yang masuk ke sana.

Akibat serangan yang menyebabkan rumah sakit tersebut rusak parah, MSF angkat kaki dari Kunduz.

Jenderal John Campbell, komandan pasukan AS di Afghanistan kala itu, menyebut serangan itu sebagai kecelakaan tragis yang disebabkan oleh kesalahan manusia dan seharusnya dapat dihindari.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta maaf atas serangan udara itu, yang termasuk serangan dengan korban sipil terbanyak sejak pasukan AS dan sekutunya menduduki Afghanistan 15 tahun silam.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Teka-teki Hasil Pertemuan Obama dan Netanyahu

Teka-teki Hasil Pertemuan Obama dan Netanyahu

Negara Bagian AS Rancang UU Cegah Pornografi

Negara Bagian AS Rancang UU Cegah Pornografi

ABG Jerman Pura-Pura Diculik untuk Memeras Uang Ayahnya

ABG Jerman Pura-Pura Diculik untuk Memeras Uang Ayahnya

Ikut Pemilu Al-Ikhwan Mesir Dirikan Partai Politik

Ikut Pemilu Al-Ikhwan Mesir Dirikan Partai Politik

Bocah Palestina Selamatkan Hidup Tiga Anak Israel

Bocah Palestina Selamatkan Hidup Tiga Anak Israel

Baca Juga

Berita Lainnya