Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Putin Umumkan Penarikan Pasukan, Tentara Rusia Berkemas Tinggalkan Suriah

Pangkalan udara Rusia Hmeymim di Latakia, Suriah.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Stasiun televisi pemerintah Rusia hari Selasa (15/3/2016) menayangkan gambar personel di pangkalan udara Rusia di Suriah sedang memuat pesawat transport guna meninggalkan negara itu, sehari setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan sebagian besar kontingen militernya pulang.

Gambar yang ditayangkan stasiun TV Rossiya 24 menunjukkan personel Rusia sedang memasukkan barang-barang dan peti-peti ke pesawat angkut Ilyushin II-76 di pangkalan udara Hmeymim di Provinsi Latakia, lapor Reuters.

Kremlin telah menggunakan pangkalan itu, yang kata Putin akan dipertahankan Rusia bersama dengan sebuah pangkalan laut di Tartus, untuk melancarkan serangan udara selama 5 bulan guna mendukung pasukan rezim Bashar Al-Asad.

Putin hari Senin (14/3/2016) mengumumkan “bagian utama” pasukan Rusia di Suriah akan mulai ditarik dan mendesak para diplomatnya agar menyokong perundingan damai Suriah yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dimulai kembali.

Dalam pernyataan hari Selasa, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa staf teknis sudah mempersiapkan pesawat angkut untuk memulangkan mereka kembali ke pangkalan asalnya di Rusia seperti diperintahkan oleh Presiden Putin. Selama menjalankan operasi udara di Suriah, Rusia menempatkan 50 pesawat tempur dan helikopter di pangkalan Hmeymim.

“Personel sedang memuat perlengkapan, barang-barang logistik dan persediaan ke pesawat transport,” kata kementerian.

Kabarnya pesawat-pesawat Rusia itu dalam penerbangannya sejauh lebih dari 5.000 km akan singgah di pangkalan transit di dalam wilayah Rusia untuk mengisi bahan bakar.

Seorang penyiar ramalan cuaca di Rossiya 24 mengatakan jalur penerbangan mereka ke Rusia rahasia dan bahwa kemungkinan jalur yang paling nyaman untuk dilewati adalah dengan transit di Iraq, Iran dan Azerbaijan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Delapan Luka Dalam Serangan Granat di Sebuah Bar Malaysia

Delapan Luka Dalam Serangan Granat di Sebuah Bar Malaysia

Rezim Myanmar Blokir Badan Bantuan Dunia untuk Rohingya

Rezim Myanmar Blokir Badan Bantuan Dunia untuk Rohingya

Muslim Inggris Sukses Gelar Acara “Global Peace Unity”

Muslim Inggris Sukses Gelar Acara “Global Peace Unity”

Redaktur CNN Dipecat Setelah Memuji Tokoh Hizbullah

Redaktur CNN Dipecat Setelah Memuji Tokoh Hizbullah

Coca-Cola Janjikan Investasi US$500 Juta di Mesir

Coca-Cola Janjikan Investasi US$500 Juta di Mesir

Baca Juga

Berita Lainnya