Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pidato Erdoğan: Perempuan Turki Tak Harus Meniru Barat

AA
Erdogan bersama istrinya Emine Gülbaran
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dirinya mendukung semua perempuan yang memperjuangkan martabat dan hak-hak keadilan.

Berbicara pada acara “5th International Women’s Labor Meeting” di Hari Perempuan Sedunia di Ankara, ia mengaku menghargai nilai-nilai keluarga tradisional dan mengecam Barat yang banyak mengekspoitasi tubuh perempuan.

“Anda tidak dapat membebaskan perempuan dengan menghancurkan institusi keluarga dan menghilangkan nilai-nilainya. Sebaliknya, ini adalah pendekatan yang membuka jalan bagi eksploitasi perempuan di segala bidang. Setiap upaya untuk mengeksploitasi tenaga kerja dan tubuh perempuan menargetkan masa depan masyarakat. Di Barat, hasil pahit ancaman ini dapat diamati dengan melemahnya institusi keluarga, penurunan populasi, dan runtuhnya nilai-nilai, “tambahnya dikutiphurriyet Selasa (08/03/2016).

Sementara itu, dikutip Surat Kabar Haberturk Erdogan menawarkan hak-hak dalam model tertentu untuk perempuan di Turki yang tidak harus meniru cara Barat.

“Kami tidak perlu membela hak-hak perempuan dalam format Barat, “kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.Ia menekankan bahwa Turki harus mengembangkan model tertentu.

“Mengingat akumulasi sejarah dan budaya kita sendiri dari seorang manusia perempuan, individu, untuk memperkuan langkah-langkahnya sebagai individu dapat kita lakukan bersama,”katanya.

Erdogan yang juga menekankan bahwa tidak ada yang mendukung hak-hak perempuan di Barat, ia mengatakan, ”Jika tidak, mereka tidak akan tinggal diam dengan ratusan ribu perempuan dan anak-anak yang kehilangan nyawanya di Suriah,” tambahnya.

Tak lupa Erdoğan juga menyampaikan terima kasihnya kepada semua wanita yang telah menunjukkan keberadaannya dalam semua bidang kehidupan,produktif dan sukses.

”Para wanita semua adalah pahlawan, dengan sifat kemanusiaannya,sebagai individu dari semua fitur,dapat tinggal dinegara ini,dengan menunjukkan kemampuan untuk berdiri mandiri. Pada waktu yang sama semua wanita tanpa suatu komoditas,tanpa pelecehan seksual,dengan kepribadian sendiri,dengan identitas dan keyakinannya,wanita adalah berharga dan bukti untuk mendapatkan tempat yang layak dalam kehidupan,”ujarnya.

”Saya percaya bahwa atas nama kesetaraan,semua perempuan akan menentang seluruh bentuk eksploitasi dan pelecehan”.

”Keadilan merupakan tanggung jawab semua manusia tanpa memandang laki-laki atau perempuan,anak-anak atau orang tua. Janganlah lupa bahwa ditempat dimana tidak ada perempuan maka manusiapun tidak ada,” tambahnya.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Dewan Syura Saudi: Jangan Habiskan Waktu Urus Korupsi Kecil

Dewan Syura Saudi: Jangan Habiskan Waktu Urus Korupsi Kecil

13 Negara Tak Bersahabat Bagi Pers

13 Negara Tak Bersahabat Bagi Pers

Banjir di Kenya, Korban Tewas Capai 100 Orang

Banjir di Kenya, Korban Tewas Capai 100 Orang

Pemberontak Libya: Qadhafi Harus Diadili

Pemberontak Libya: Qadhafi Harus Diadili

Inggris Gunakan Kayu Ilegal Indonesia

Inggris Gunakan Kayu Ilegal Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya