Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Pemerintah Erdogan Ambil Alih Koran Zaman

BBC
Ratusan pendukung Zaman berkerumun di luar kantor surat kabar itu untuk memprotes pengambil-alihan
Bagikan:

Hidayatullah.com— Aparakat keamanan Turki hari Jumat (04/03/2016), menggerebek kantor surat kabar pro oposisi Zaman, beberapa jam setelah pengadilan memutuskan pengambil-alihan media itu oleh negara.

Saat memasuki kantor media itu di Istanbul polisi menembakkan gas air mata kepada para pengunjuk rasa yang berkerumun di luar gedung, demikian kutip BBC.

Pihak berwenang Turki di Istanbul melakukan penggrebekan terhadap kantor Zaman, surat kabar beroplag terbesar di Turki.  Koran Zaman selama ini dianggap terkait dengan Gerakan Hizmet yang dipimpin Fethullah Gulen, yang berbasis di Amerika Serikat.

Sebelum ini, pemerintah Turki telah memasukkan Hizmet dalam daftar “organisasi teroris”. Gerakan itu dituduh bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Erdogan. Gulen dulunya pernah bersekutu dengan Erdogan, namun belakangan keduanya berseteru.

Serangan polisi terhadap demonstran Koran Zaman memicu kecaman internasional. Tindakan keras polisi itu dianggap sebagai pembungkaman suara pers.

Demonstrasi itu muncul untuk memprotes keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa pengelolaan Koran Zaman diambil alih administrator yang dikelola pemerintah. Keputusan pengadilan muncul tanpa penjelasan.

Para demonstran berdatangan dengan membawa sejumlah plakat. ”Kami akan berjuang untuk kebebasan pers,” bunyi salah satu poster seperti dikutip Spuntiknews, Sabtu (5/3/2016).

Seperti diketahui, media yang dikenal pro-Fethullah Gulen ini sering sinis dan pengkritik keras Pemerintah Erdogan. Tahun 2015, Pemimpin redaksi Koran Zaman, Bulent Kenes, pernah dijebloskan ke penjara oleh polisi atas tuduhan menghina Presiden Tayyip Erdogan di Twitter. Kenes ditahan setelah pengadilan menerbitkan surat perintah penangkapannya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Liga Arab Minta Iran Berhenti Provokasi Bahrain

Liga Arab Minta Iran Berhenti Provokasi Bahrain

Tak Temukan Bukti Bersalah, Zakir Naik Jawab Tuduhan

Tak Temukan Bukti Bersalah, Zakir Naik Jawab Tuduhan

Qusayr Dibantai, SNC Boikot Pertemuan di Jenewa

Qusayr Dibantai, SNC Boikot Pertemuan di Jenewa

Ashraf Ghani Dilantik Sebagai Presiden Afghanistan

Ashraf Ghani Dilantik Sebagai Presiden Afghanistan

Raja Maroko Ampuni Lebih 1000 Demonstran

Raja Maroko Ampuni Lebih 1000 Demonstran

Baca Juga

Berita Lainnya