Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Dewan Kerjasama Teluk Sebut Hizbullah Kelompok Teroris

ilustrasi
Syiah menyebut milisi Hizbullah sebagai 'Ansharullah' (Tentara Allah), sebaliknya menjuluki mujahidin Sunni sebagai 'Wahabi Takfiri' atau 'teroris'
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang beranggotakan enam negara mengumumkan, Rabu (02/03/2016), mereka menetapkan kelompok militan Lebanon Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Hal ini merupakan langkah terbaru yang mereka ambil terhadap organisasi yang sedang bertempur mendukung pemerintah rezim  Bashar al Assad di Suriah.

Keenam anggota Dewan Kerjasama Teluk mengambil langkah itu terhadap anggota Hizbullah dikarenakan “tindakan permusuhan milisi yang merekrut pemuda [dari Teluk] untuk melakukan aksi teror,” ujar Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani mengatakan dalam sebuah pernyataan dimuat alaraby.co.uk, Kamis (03/03/2016).

Zayani mengutip “tindakan teroris dan penghasutan mereka di Suriah, Yaman dan di Iraq” telah mengancam keamanan wilayah Arab.

GCC juga mengatakan bahwa Hizbullah yang berafiliasi pasda Syiah Iran mendukung penyelundupan senjata di wilayah itu dan mencoba untuk mendorong “penghasutan dan kekacauan dalam pelanggaran yang jelas terhadap kedaulatan dan keamanan” negara-negara GCC.

Negara-negara GCC telah mengambil serangkaian langkah terhadap Hizbullah sejak Arab Saudi bulan lalu menghentikan pendanaan senilai $3 miliar dalam program suplai militer Prancis ke Beirut.

Baca: Arab Saudi Batalkan Bantuan 4 Milliar Dollar pada Hizbullah

Baca:  Saudi Bekukan Aset 2 Tokoh Hizbullah Terkait Terorisme Dunia

Minggu lalu, lima dari enam negara GCC mengeluarkan larangan bepergian atau melarang penduduk mereka untuk mengunjungi Libanon dengan alasan keamanan.

Hizbullah merupakan kelompok yang didukung Iran, rival regional Arab Saudi, yang hubungan antar kedua negara itu makin memburuk pada tahun ini. Dua negara tersebut memiliki kebijakan yang berseberangan dalam menanggapi konflik di Suriah dan Yaman.

Sebuah sumber resmi Saudi mengatakan, kerajaan itu telah memperhatikan “sikap permusuhan Libanon disebabkan oleh cengkraman Hizbullah pada negara tersebut”.

Riyadh akan melakukan “sebuah tinjauan menyeluruh dalam hubungannya dengan republik Libanon,” pejabat resmi mengatakan.

Dia secara khusus menyebut penolakan Libanon untuk bergabung dengan Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam dalam mengecam serangan misi diplomatik Saudi di Iran pada Januari.

Riyadh memutus hubungan diplomasi dengan Teheran setelah para demonstran Iran membakar kedutaan dan menyerang konsulat Arab Saudi menyusul eksekusi dari ulama ternama Syiah.

GCC yang didominasi Sunni terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan UEA.*/Nanshirul Haq AR

 

 

 

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Koalisi Saudi Minta PBB Jalankan Bandara Utama Sana’a

Koalisi Saudi Minta PBB Jalankan Bandara Utama Sana’a

Politisi Belanda Batalkan Kontes Kartun Anti-Islam

Politisi Belanda Batalkan Kontes Kartun Anti-Islam

pabrik senjata israel

Aktivis di Inggris Menutup Pabrik Senjata ‘Israel’ untuk Kedua Kalinya dalam Seminggu

Mayoritas Rakyat AS Menentang Intervensi Militer ke Suriah

Mayoritas Rakyat AS Menentang Intervensi Militer ke Suriah

AS Tak Bisa Ubah Sejarah Meski Seluruh Kedutaan Dipindah ke Baitul Maqdis

AS Tak Bisa Ubah Sejarah Meski Seluruh Kedutaan Dipindah ke Baitul Maqdis

Baca Juga

Berita Lainnya