Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Aparat Iran Tangkap Pengikut Erfan-e Halgheh

NCRI
Pengikut kelompok keagamaan Erfan-e Halgheh
Bagikan:

Hidayatullah.com–Setidaknya 24 orang ditangkap dalam penyergapan oleh Pasukan Keamanan Negara  Iran atas orang-orang yang meminta pembebasan tahanan politik Mohammed Ali Taheri yang sedang berkumpul di luar penjara Evin dan di rumah tahanan politik Iran.

Para pendukung Mohammed Ali Taheri berkumpul di luar penjara Teheran Evin meminta pembebasannya. Namun Rezim Iran tidak memperbolehkan istri dan anak Taheri untuk bergabung dengan protes di luar Penjara Evin.

Sementara itu, murid pemimpin gerakan Erfan-e Halgheh, kelompok  keagamaan Iran yang dipenjara itu menghadapi pengadilan karena mendukung gurunya yang sedang dipenjara.

Pada 29 Januari 2016, murid dari Mohammed Ali Taheri dipenjara karena dianggap memiliki keyakinan berbeda, telah dipanggil ke pengadilan Iran karena menghadiri pertemuan yang bertujuan untuk mendukung pembebasan gurunya.

Pengadilan atas Sara Saei, nama murid Mohammad Ali Taheri itu, akan dimulai 9 Februari 2016 di Cabang 1060 Pengadilan Kriminal Teheran, seorang sumber yang dekat dengan kasus itu mengatakan pada Internasional Campaign for Human Rights di Iran, 8 Februari 2016 sebagaimana dikutip iranhumanright.org, 8 Februari 2016.

“Sara, bersama dengan empat murid Taheri lainnya, ditahan di sel isolasi Bangsal 2-A Penjara Evin [bangsal yang dikontrol oleh Dinas Intelijen Garda Revolusi Iran] selama empat malam dan didakwa karena ‘mengganggu ketertiban umum’ dan ‘ikut serta dalam pertemuan ilegal’ untuk mendukung Mohammad Ali Taheri,” kata sumber tersebut.

“Mereka kemudian dibawa ke Penjara Gharchak di Varamin, dimana pembunuh dan pencuri ditahan,” seperti yang dikatakan pada Campaign. “Selama interogasi [Saei] ditanya kenapa dia ikut serta dalam protes, yang dia pimpin, dan kenapa dia menentang negara.”

“Mereka juga menanyakan tentang Erfan-e Halgheh [lembaga budaya dan seni Taheri yang dilarang],” kata sumber itu.

Taheri, yang mendirikan lembaga budaya Erfan-e Halgheh  pada 2011 yang sekarang dilarang, membuka praktek pengobatan alternatif dan mengajar di Universitas Teheran. Dia juga menerbitkan beberapa buku spiritual dengan izin resmi.

Pihak keamanan telah bersikap keras pada Taheri dan kelompok keagamaan Erfan-e Halgheh. Mereka menganggap kelompok itu dan jaringan keyakinan lain apapun, khususnya mereka yang ingin berpindah agama, sebagai ancaman ketertiban Syiah.

Taheri dijatuhi hukuman penjara lima tahun atas “penghujatan” pada 2011, 74 cambukan atas “menyentuh pergelangan tangan pasien wanita,” dan enam milyar riyal (sekitar 300.000 USD) sebagai denda untuk “ikut campur dalam ilmu pengetahuan medis,” tuduhan “menghasilkan uang dengan cara haram,” dan “mendistribusikan produk audio-visual dan penggunaan gelar akademik.”

Setelah itu dijatuhi hukuman mati atas “melakukan kerusakan di muka bumi,” tetapi dakwaan itu dibatalkan oleh Cabang 33 Mahkamah Agung. Kasus itu kemudian dikirim kembali ke Cabang 26 Pengadilan Revolusi untuk vonis ulang, menurut pengacara Taheri, Saeid Khalili.

Selain dipukuli dan dilecehkan pada saat protes, beberapa pengikut Taheri juga ditangkap dan dipenjara.

Seorang pengajar Erfan-e Halgheh, Ziba Habibpour, menyerahkan dirinya ke otoritas penjara untuk memulai hukuman tiga tahun penjara pada 1 Juli 2015 – bulan yang sama Masoumeh Zia, anggota lain kelompok itu, divonis setahun penjara dan 74 cambukan.

Mohammad Ali Taheri,  ditangkap pada 4 Mei 2011 oleh dinas yang berhubungan dengan Garda Revolusi rezim Iran.*/Nashirul Haq AR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

OKI Desak Barat Minta Maaf atas Perang Salib

OKI Desak Barat Minta Maaf atas Perang Salib

Iran Bongkar Kelompok Mata-mata Bekerja untuk Amerika

Iran Bongkar Kelompok Mata-mata Bekerja untuk Amerika

Rusia Serang Amerika dengan UU Adopsi Anak

Rusia Serang Amerika dengan UU Adopsi Anak

Al-Shabab Nyatakan Perang Terhadap ISIS di Somalia

Al-Shabab Nyatakan Perang Terhadap ISIS di Somalia

AS: Tentara Somalia Tidak Sanggup Menumpas Al-Shabab

AS: Tentara Somalia Tidak Sanggup Menumpas Al-Shabab

Baca Juga

Berita Lainnya